Rabu, 28 Oktober 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Ketaatan Lima Ribu

 JUMPA DENGAN TUHAN

Sabtu, 31 Oktober 2020

Tema  : Ketaatan Lima Ribu

Baca    : 1 Raja-raja 17:15-16

 

17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

 

Kita tentu paham dengan peristiwa pertemuan Elia dengan janda di Sarfat ini. Saat itu Elia mendapatkan pesan dari Tuhan untuk menemui janda yang persediaan makanan tinggal sedikit itu. Bahkan dikatakan bahwa minyak yang dia miliki tinggal sekali pakai. Dia hanya cukup untuk membuat satu roti untuk dia dan anaknya setelah itu dia bersiap untuk mati. 

Saat itu krisis sedang melanda bangsa Israel. Kekeringan melanda sekian waktu tanpa tahu kapan berakhirnya. Elia lalu datang pada janda itu dan meminta supaya dibuatkan sepotong roti. Janda ini mengikuti perintah Elia walaupun awalnya terpaksa. Ajaib sekali setelah roti itu dibuatkan, berikutnya minyak goreng yang dipakai oleh janda itu yang mestinya tinggal sekali pakai menjadi tidak habis-habis. Setiap kali dituang minyak ini ada terisi lagi dalam botol tersebut. Janda ini menabur minyak, menuai minyak juga.

Saya ingat bulan Mei 1998, beberapa hari setelah peristiwa turunnya Presiden Soeharto, di Surabaya diadakan konferensi anak-anak muda selama tiga hari. Youth national conference diadakan di sebuah gereja di jl. Manyar Surabaya. Acara ini dihadiri oleh ribuan anak-anak muda dari berbagai daerah.

Saya termasuk yang ikut saat itu karena tanpa biaya. Waktu itu saya masih SMA jadi tidak berani ikut acara yang berbayar. Pada hari ketiga, Rabu siang diadakan acara presentasi tentang pembangunan rumah doa. Di akhir presentasi pembicara menyampaikan akan ada persembahan untuk mendukung pembangunan rumah doa itu.

Saat amplop coklat persembahan diedarkan saya mulai bergumul. Saya mau memberi apa tidak ya. Saya hanya punya uang lima ribu. Bayangan saya, pulang dari acara saya naik sepeda angin tentu kepanasan. Saya akan beli es legen. Tapi tiba-tiba di hati saya bergetar ada satu dorongan untuk memberikan buat persembahan.

Saya masih muda, saya tidak langsung mengiyakan dorongan itu. Uang ini cuma satu-satunya. Saya tidak ada uang lagi. Saya juga berpikir masih ada orang lain lagi yang memberi dan tentu lebih mampu dari saya. Saya berdoa dan berkata "Tuhan uang saya tidak banyak". Saya mendengar Tuhan berkata "Aku tidak minta banyak. Aku minta semua". Pada akhirnya ketika amplop persembahan itu ada di depan saya, tanpa pikir panjang saya berikan uang lima ribu saya. Saya mau taat saja untuk mendukung pelayanan itu. Soal beli es itu urusan belakangan.

 

Setelah memberi rasanya lega sekali. Seperti ada beban yang terlepas. Sepulang dari acara, saya harus menahan haus dan lelah di tengah panas kota Surabaya. Sampai di rumah, saya ingat mama saya meminta saya untuk menyerahkan barang titipan pada temannya. Saya baru pulang, capek juga tapi harus dijalankan. Saya tidak menduga, saat pulang lagi saya mendapatkan uang dari mama saya sebesar lima ribu. Pada akhirnya saya tidak kehilangan uang, Tuhan mengganti dengan cara yang tidak terduga. 

Peristiwa tersebut memang hal kecil. Tapi saya melatih diri saya untuk hidup dalam iman. Yang namanya iman itu bukan segala sesuatu ada dulu baru kita bertindak. Tapi semua sepertinya tidak aman, pas-pasan dan cenderung tidak ada tapi kita mau untuk memberi. Seringkali kita berkata hidup saya sudah susah, tidak ada penghasilan, tidak ada uang buat apa memberi untuk Tuhan.

Beberapa orang punya prinsip nanti kalau sudah ada berkat, saya akan memberi untuk Tuhan. Saya pernah punya prinsip itu akibatnya saya jadi orang yang kekurangan dan cenderung banyak hutang. Tapi ketika seberapa pun saya punya, saya mendukung pelayanan pekerjaan Tuhan atau menabur bagi orang lain, saya malah tidak pernah kekurangan. Bukankah apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Kalau kita menabur uang ya menuai uang.

Mohon maaf kalau penekanan bacaan ini tentang keuangan. Hari-hari ini ada begitu banyak orang yang merasa kesulitan ekonomi, mereka memposisikan diri sebagai orang yang harus dikasihani. Pada intinya saat berdoa seringkali hanya berpusat supaya Tuhan Yesus memberkati secara keuangan. Tapi bagaimana mungkin diberkati keuangan kalau tidak pernah menabur. Lalu bagaimana kalau kondisi memang tidak ada uang, apa yang harus ditabur. Anda yang perlu uang, cari orang lain lagi yang juga mengalami kekurangan dan doakan mereka. Saat itu kita sedang menabur iman.

Hari-hari ini ada banyak kebaikan Tuhan yang saya alami. Pemeliharaan Tuhan begitu sempurna, kami tidak lagi mengeluh kekurangan sekalipun keuangan tidak selalu berlebihan. Mengapa demikian, saat kami ada uang kami salurkan ke orang lain meskipun jumlahnya tidak besar. Saya membelikan buku untuk anak sekolah, bayar SPP anak yang tidak mampu, menolong orang lain melalui keuangan, dsb. Hasilnya Tuhan memelihara begitu ajaib. Ada saja orang yang Tuhan kirim untuk mendukung pelayanan kami. Sisi lain orang-orang yang mendukung pelayanan kami itu malah yang lebih cepat atau lebih sering mengalami mujizat Tuhan saat kami doakan. Saya sendiri baru menyadari hal itu belakangan ini, meskipun bukan berarti saya minta sesuatu pada orang lain.

Apa yang kita tabur itu yang kita tuai. Jangan sekalipun menunda ketaatan untuk memberi yang terbaik bagi Tuhan, supaya kita juga tidak ditunda untuk menerima berkat Tuhan. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

Disampaikan oleh Mizpa Ministry

Untuk dukungan doa :

WA : 0895623356501

Jumpa Dengan Tuhan : Melunakkan Hati Tuhan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Kamis, 29 Oktober 2020

Tema  : Melunakkan Hati Tuhan

Baca    : 2 Tawarikh 33:12-13

 

33:12 Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, 

33:13 dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah.

 

Suatu kali Manasye, raja Israel menghasut rakyatnya untuk berubah setia dari Tuhan. Dia mencondongkan hati rakyat untuk berbuat jahat. Mereka menyembah berhala, membuat patung-patung yang sudah dirobohkan oleh raja sebelumnya dan percaya pada roh-roh peramal lebih daripada percaya pada Tuhan. 

Oleh karena tidak mendengar setiap firman Tuhan yang disampaikan, Tuhan pun mendatangkan hukuman berupa serangan dari bangsa lain. Saat mereka sudah dikepung oleh bangsa Asyur, berserulah mereka pada Tuhan. Manasye bersama bangsa Israel merendahkan diri mencoba melunakkan hati Tuhan. 

Adakah kita pernah meninggalkan Tuhan dengan tindakan yang menyakitkan hati Tuhan. Kita bertindak semaunya tanpa pernah mau memperhatikan apa yang menjadi kerinduan hati Tuhan atas kita. Ada orang-orang yang merasa bisa, merasa kuat dan merasa bisa dengan kemampuan sendiri tanpa pernah mau sedikit pun melibatkan Tuhan dalam aspek kehidupan yang dihadapi. 

Bisa jadi kita tidak menyembah berhala atau memelihara patung-patung tertentu, tapi bisa jadi kita sedang mengandalkan kekuatan sendiri. Bisa jadi kita sedang mengandalkan kemampuan keuangan yang ada pada kita. Bisa jadi kita sedang mengandalkan koneksi yang kita miliki. Tanpa pernah kita sadari, kita seperti berkata "saya sedang tidak perlu Tuhan". 

Maka jangan heran ketika satu kali segala sesuatu yang ada di hadapan kita dihancurkan oleh Tuhan tanpa bekas. Tiba-tiba saja keuangan menjadi terpuruk, kesehatan semakin menurun, posisi nyaman menjadi hilang dan koneksi pertemanan menjadi retak. Saat seperti itu kita akhirnya berseru pada Tuhan memohon pertolongan. 

Saya ingat tahun 2015 itu kondisi saya sedang kacau. Saya penuh dengan tindakan dosa. Saya bertindak kacau karena saya saat itu merasa kesepian, keuangan juga tidak baik, ada banyak tanggungan di berbagai pihak. Kehidupan pelayanan juga hancur, sudah tujuh tahun tidak melayani Tuhan. Dalam kondisi seperti itu saya terdiam mencari kehendak Tuhan. Saya berseru pada Tuhan mohon pertolongan. Saya mencoba melunakkan hati Tuhan, sekiranya mungkin Dia berkenan menolong saya. Desember tahun itu saya mulai menemukan jawaban Tuhan atas hidup saya. Dia melayakkan saya untuk melayani Dia lagi hingga hari ini. 

Mari kita ambil waktu untuk melunakkan hati Tuhan. Mungkin sudah terlalu lama kita meninggalkan Tuhan. Bisa jadi setiap hari Minggu anda ada di gereja, tapi hati anda masih terasa jauh dari Tuhan. Sekarang saatnya kita kembali pada Tuhan. Kita menempatkan diri pada posisi rohani secara benar. Ketika posisi kita sudah mulai benar secara rohani, saya yakin akan ada pertolongan Tuhan disediakan bagi kita. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

Disampaikan oleh Mizpa Ministry

Untuk dukungan doa :

WA : 0895623356501

Jupa Dengan Tuhan : Mahal Harganya

JUMPA DENGAN TUHAN

Jumat, 30 Oktober 2020

Tema  : Mahal Harganya

Baca    : Markus 14:3

 

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

 

Saya terkesan dengan kata "mahal harganya". Perempuan ini membawa minyak narwastu yang mahal harganya. Ada yang memperkirakan bahwa minyak itu dibeli dengan harga 300 Dinar. Perhitungan dinar Yordania yang saat itu umum dipakai nilainya lebih mahal dari saat ini. Kalau dibuat perhitungan kurang lebih nilainya Rp. 3.822.867,00. Mahal sekali dan perempuan ini harus mengumpulkan uang sekian lama.

Roh Kudus menempelak saya dengan kata "mahal harganya" ini. Dia berkata bahwa mengikut Tuhan Yesus harganya tidak pernah murah.  Hal ini yang seringkali kita sebut dengan istilah memikul salib Kristus. Oleh karena itu tidak heran ketika banyak orang yang mengeluh mengapa mengikut Yesus kok cari uang tidak semudah dulu. Mengapa dulu berbuat curang rasanya biasa saja, sekarang kok seperti ada perasaan bersalah. Mengapa kok mengikut Yesus harus meninggalkan kebiasaan buruk. Tidak lagi bebas nonton film porno, tidak lagi bebas merokok atau berbohong pada orang lain. Kalau anda golongan orang yang mengalami hal ini, ingat sekali lagi bahwa mengikut Tuhan Yesus itu mahal harganya.

Saya beberapa kali menyampaikan kalau hanya menjadi orang yang beragama Kristen, mudah sekali. Tinggal menikah dengan orang yang beragama Kristen. Tapi untuk menjadi pengikut Kristus itu perlu "mati setiap hari". Kekristenan bukan sekedar identitas agamawi. Kekristenan merupakan gaya hidup yang seturut dengan apa yang Kristus inginkan. 

Kalau sekedar beragama Kristen, banyak yang harganya murah. Kita lihat di internet atau televisi perempuan berpakaian seksi tapi berkalung salib. Ada juga orang-orang yang bernama berbau Kristen tapi korupsi dan melakukan kejahatan. Kekristenan itu mahal harganya. Kita harus terbiasa untuk hidup dalam kekudusan, hidup seturut kebenaran firman Tuhan dan hidup tegas berkata tidak pada dosa. 

Ada beberapa orang yang merasa saat ini kalau tidak baca Alkitab setiap hari kok rasanya gelisah, padahal dulu ya biasa saja. Ada lagi yang berkata sekarang kalau tidak memberi untuk perpuluhan kok rasanya ada saja yang kurang, padahal dulu ya tidak apa-apa. Kalau sekarang ini tidak menaikkan pujian dan penyembahan kok hati tidak tenang, padahal dulu ya biasa saja. Mengapa demikian, karena ikut Kristus itu tidak murahan. Standar kekristenan anda sudah naik dari sebelumnya bila merasakan hal yang demikian. Ada seseorang yang mundur dari posisi sebagai hamba Tuhan karena merasa hidup Kristen itu susah, nanti kalau menikah tidak boleh cerai. Kalau sudah cerai susah untuk nikah lagi. Dia masih mau cari standar yang murahan.

Perhatikan kalimat berikut dalam cerita di atas. Bukan hanya minyak narwastu itu mahal harganya. Tapi oleh perempuan ini yang diyakini bernama Maria Magdalena, dipecahkan leher buli-bulinya. Leher botolnya dipecahkan yang artinya tidak bisa lagi disimpan dan tidak ada lagi sisa. Saat memutuskan menjadi pengikut Kristus, wanita ini bertindak maksimal atau sepenuhnya. Tidak ada lagi pemikiran untuk balik pada kehidupan yang lalu. 

Ada banyak orang yang membayar harga untuk menjadi pengikut Kristus. Mereka membayar harga dengan cara ditolak oleh keluarga, direndahkan oleh pemimpin rohani atau diremehkan oleh saudara seiman lainnya. Namun demikian dalam hati paling dalam mereka berkata "saya tidak mau sekalipun balik pada kehidupan lama saya". 

Saya suatu kali memutuskan meninggalkan semua kepopuleran saya dalam bidang sekuler. Saya pernah menjadi kontributor dan narasumber untuk acara di televisi nasional, siaran di radio swasta nasional dan memimpin organisasi besar. Tapi suatu kali saya memilih untuk meninggalkan semua tanpa ada satu perasaan sayang sedikit pun. 

Bulan Oktober tahun 2018, saya memutuskan untuk tidak siaran lagi. Minggu kedua saya mulai tidak aktif sama sekali. Eh ternyata minggu ketiga ada satu tawaran untuk saya jadi narasumber di radio RRI salah satu kota untuk acara lagu sekuler. Saya mencoba menawar pada Tuhan "satu kali ini saja ya Tuhan". Anda tahu apa yang terjadi, sampai hari pelaksanaan panitia tidak hubungi saya lagi karena ternyata format acaranya tidak perlu narasumber. Dia mau kalau saya total melayani Dia, tidak perlu sedikit pun menoleh ke belakang lagi. 

Mengikut Tuhan Yesus itu mahal harganya. Ada banyak harga yang harus dibayar, ada jam untuk berdoa, ada hari untuk doa puasa, ada waktu untuk membaca firman Tuhan, dsb. Namun yang tidak kalah penting, mengikut Tuhan Yesus tidak boleh balik lagi pada kehidupan yang lama. Saya mau mengikut Tuhan Yesus seumur hidup. Bagaimana dengan anda. Tetap setia sampai garis akhir. Yang saya tahu Dia tidak pernah sekalipun mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.

 

Disampaikan oleh Mizpa Ministry

Untuk dukungan doa :

WA : 0895623356501

Jumpa Dengan Tuhan : Belajar Mengandalkan Tuhan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Rabu, 28 Oktober 2020

Tema  : Belajar Mengandalkan Tuhan

Baca    : Yeremia 17:7-8

 

17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

 

Salah satu kunci kita diberkati oleh Tuhan dengan berbagai keajaiban yang tak terbatas yaitu ketika kita mengandalkan Tuhan. Bagaimana bisa supaya kita mengandalkan Tuhan, bukankah seringkali hal ini masih menjadi pertanyaan sebagian besar dari kita, orang-orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus. 

Setiap pagi putri saya kalau ditanya mau makan apa, dia selalu menjawab soto ayam. Dia suka sekali dengan soto ayam yang tersedia di warung depan tempat tinggal kami. Saat sebelum pelajaran online dimulai,dia mengajak saya untuk sarapan di situ. 

Ketika dia lapar, dia berani meminta dan mengajak saya untuk makan soto ayam. Mengapa demikian, dia percaya kalau ayahnya pasti mau dan mampu membayar apapun yang dia pesan. Apakah yang dia pesan itu soto ayam separuh porsi, es teh atau kerupuk. Dia yakin bahwa ayahnya tidak akan kesulitan membayar. Bahkan dalam prakteknya, dia sedang mengandalkan saya sepenuhnya. Dia tidak mengandalkan tetangga, karena tidak yakin mau membayarkan. Dia juga tidak mengandalkan diri sendiri, karena dia tidak mampu, tidak punya uang. Dia hanya berani mengandalkan pada ayahnya yang dia yakin mampu memenuhi kebutuhannya. 

Ada banyak orang bilang “Saya mengandalkan Tuhan... Saya berharap pada Tuhan”. Namun mengandalkan Tuhan tanpa kita memiliki kedekatan dengan Tuhan itu omong kosong atau sesuatu yang tidak mungkin. Pengandalan diri kita pada Tuhan, harus diawali dengan kedekatan dan keintiman kita pada Tuhan. Pemazmur Daud berkata “Hanya dekat Allah saja aku tenang”. Ada kata dekat, sebelum dia memperoleh ketenangan di tengah badai yang bergelora. 

Saya sering mengalami pergumulan dan kesulitan dalam hidup saya, tapi ketika saya berseru pada Tuhan, saya percaya kesulitan saya akan ada ujungnya, ada solusinya meskipun saya tidak tahu kapan dan bagaimana caranya. Sebab saya tahu, siapa Pribadi yang saya andalkan. Ketika saya datang pada Tuhan, Dia menolong dan meluputkan saya dengan berbagai cara yang ajaib dan tak terbatas. 

Mari kita bangun kedekatan kita pada Tuhan. Sedekat hubungan ayah dan anak. Sedekat hubungan antara sahabat. Bahkan sedekat hubungan suami istri. Kalau anda diajak makan oleh sahabat anda, bukankah anda tidak perlu kuatir siapa yang akan membayar. Kalau anda diajak jalan-jalan oleh pasangan anda, bukankah tidak perlu kuatir siapa yang menanggung semua keperluan. 

Mari kita belajar mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita, hari demi hari dengan mengawali memiliki kedekatan yang intim dengan Tuhan. Maka segala kesulitan kita akan Tuhan selesaikan, pemeliharaanNya akan dinyatakan sempurna. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

 

Disampaikan oleh Mizpa Ministry

Untuk dukungan doa :

WA : 0895623356501

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 143






 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 142




 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 141




 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 140





 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 139




 

Selasa, 27 Oktober 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Belajar Mengampuni

 JUMPA DENGAN TUHAN

Selasa, 27 Oktober 2020

Tema  : Belajar Mengampuni

Baca    : Markus 11:25


Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

 

Ada satu kondisi yang hari-hari ini begitu kuat melanda anak-anak Tuhan sebagai pengikut Kristus. Kondisi itu bernama sakit hati yang mengakar begitu kuat di dalam hati. Sakit hati bisa ada dalam berbagai bentuk diantaranya kecewa, kepahitan, penolakan, salah paham dan sebagainya. Orang yang mengalami sakit hati masih bisa tersenyum dengan orang lain, tertawa bersama padahal sedang dalam kepahitan yang begitu dalam. 

Sakit hati bisa terjadi antara orang tua dengan anak, sesama saudara seiman, jemaat dengan gembala sidang, sesama rekan pelayanan, suami dengan istri, mertua dan menantu, atasan dengan bawahan dsb. Apakah anda termasuk diantaranya yang mengalami sakit hati. Pada era 2000an ini banyak gereja terbentuk bukan karena hasil penginjilan, tapi sebagian besar terbentuk karena sakit hati antara sesama pelayan Tuhan. Sakit hati tersebut menimbulkan perpecahan dan curiga sehingga berdirilah kelompok baru yang merasa paling benar, paling kudus dan merasa paling dipakai Tuhan daripada kelompok lain. 

Firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa bila kita masih memiliki "sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang", dalam Terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari dituliskan sebagai "sakit hati". Bila kita mau berdoa tapi masih memiliki sakit hati, Tuhan Yesus mengatakan supaya kita mengadakan pemberesan terhadap seseorang yang sedang bermasalah dengan kita. Ada banyak orang yang kami layani berkata bahwa orang yang menyakiti dia ada di tempat jauh, di luar kota atau di luar pulau. Tapi saya seringkali menyampaikan pula bahwa sekarang ini jaman sudah canggih, teknologi serba modern. Kita bisa berkirim pesan atau telepon untuk menyatakan permohonan maaf kita. Kalau kita dalam posisi salah, kita bisa memohon maaf dan pengampunan. Kalau kita yang dalam posisi benar, kita bisa berdoa pada Tuhan untuk mengampuni orang tersebut. 

Orang yang sakit hati pada orang lain akan didera kesulitan dalam berbagai bentuk, sering gagal dan mudah jatuh dalam dosa, gampang mengalami sakit, stress dan kemunduran secara rohani. Mengapa demikian, karena tidak ada perlindungan Tuhan dalam hidupnya.

Saya pribadi pernah memiliki sakit hati saat masih pelayanan pelajar belasan tahun lalu. Saya kecewa dengan kakak rohani yang menurut saya berlebihan dalam membina adik-adik rohaninya. Tapi belakangan saya sadar bahwa itu cara Tuhan untuk membentuk karakter hidup saya. Belum tentu yang dia lakukan benar, tapi hati saya yang harus berubah untuk mudah mengasihi orang lain dan menerima seseorang yang berbeda karakter.

Beberapa waktu ini Tuhan bawa saya melayani orang yang mengalami sakit hati. Saat sharing pribadi, seringkali beberapa orang menutupi kesalahan dengan cerita yang dibuat rumit. Kalau sudah begitu biasanya Roh Kudus yang menyingkap bahwa orang ini mengalami kepahitan. Jadi kalau sharing biasanya kalau orang tidak mau terbuka, ya Roh Kudus yang membukakan pada saya. Kami pernah mengadakan doa untuk belajar mendengar suara Tuhan. Ajaibnya ada beberapa orang yang mendapatkan pengalaman mendengar suara untuk mengampuni orang lain. Saya pun menganjurkan untuk taat saja daripada berkeras hati malah tidak ada berkat.

Hari ini bila ternyata masih ada sakit hati pada anda, tidak ada salahnya dengan kerendahan hati saya mengajak untuk anda melepaskan pengampunan. Tidak ada gunanya menjadi orang yang merasa paling benar dan sok rohani, mari kita lepaskan pengampunan pada siapa pun yang pernah menyakiti hati kita. Kita tidak bisa berdoa dengan baik bila masih ada yang mengganjal. Lepaskan pengampunan dan terimalah kelepasan, kelegaan dan pemulihan. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 138





 

Jumat, 23 Oktober 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Maksimal

JUMPA DENGAN TUHAN

Sabtu, 24 Oktober 2020

Oleh : Mizpa Ministry

Untuk dukungan doa WA : 0895623356501

Tema  : Maksimal

Baca    : 2 Raja-Raja 13:18-19


13:18 Sesudah itu berkatalah ia: "Ambillah anak-anak panah itu!" Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: "Pukulkanlah itu ke tanah!" Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti.

13:19 Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: "Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram."

 

Kisah ini tentang Raja Yoas yang menjenguk Nabi Elisa saat sakit keras, bahkan hampir meninggal dunia. Nabi Elisa memberikan pesan profetik supaya Raja Yoas melepaskan anak panah ke arah luar melewati jendela rumah Elisa. Sampai di sini Raja Yoas masih mengikuti. Selanjutnya Nabi Elisa berkata supaya Yoas mengambil anak panah itu dan memukulkannya ke tanah. Mungkin dengan sikap yang ogah-ogahan, malas-malasan dia pukul anak panah itu sampai tiga kali karena dirasa cukup. Namun hal itu ternyata menggelisahkan Nabi Elisa. Dia berkata “Seharusnya kamu memukul sampai lima atau enam kali, supaya mengalami kemenangan dalam jumlah yang banyak”.

Melalui kebenaran Firman Tuhan ini ada pembelajaran yang berharga bagi kita yaitu supaya kita mengerjakan segala sesuatu dengan maksimal. Katakan bersama dengan saya : maksimal...!!!. Ada berapa banyak anak-anak Tuhan saat-saat ini kehilangan roh maksimal dalam hidupnya. Mereka mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan. Asal jadi, asal selesai dan asal ada hasilnya. Tapi yang Tuhan tuntut dari kita yaitu kita mengerjakan segala sesuatunya dengan maksimal. 

Kalau anda bekerja, lakukan pekerjaan anda dengan maksimal. Jangan memanfaatkan waktu bekerja untuk bermain atau melakukan hal lain yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Ketika anda sebagai seorang wiraswasta, lakukan sesuatu itu dengan maksimal tanpa penundaan dan pengurangan. Hasilkan keuntungan dari penjualan anda melalui cara kerja anda yang maksimal. Apabila anda melayani Tuhan, lakukan tugas pelayanan itu dengan sebaik mungkin supaya bisa memberkati banyak orang. 

Ketika saya mendapatkan tugas untuk menyampaikan Firman Tuhan, saya tidak cukup hanya menemukan ayat pendukung dari renungan yang akan saya sampaikan. Setelah saya mendapatkan pesan Tuhan dan ayat pendkung yang tepat, saya akan buka konkordansi Alkitab, mencari petunjuk tentang ayat itu dan membuka Kamus Bahasa Indonesia atau Alkitab Bahasa Inggris untuk mencari padanan kata yang sesuai dengan ayat-ayat tersebut. Setelah itu saya akan melatih gaya bicaranya supaya tepat dan tidak berbelok kesana kemari.

Demikian juga dalam kehidupan iman kita, adakah kita mengerjakan segala sesuatu dengan maksimal atau hanya sekedarnya. Bisa jadi kita berpikiran “Pokoknya sudah terima Yesus, ada jaminan masuk Sorga, sudah cukup”. Apakah hanya demikian, kalau sesuatu bergantung pada doa kita, lakukan doa itu dengan maksimal. Keluarga kita, pekerjaan dan berbagai kondisi yang ada sangat membutuhkan doa kita. Oleh karena itu lakukan kehidupan iman kita dengan maksial. Orang yang mau belajar melakukan segala sesuatu dengan maksimal, maka akan memperoleh hasil yang terbaik pula dalam hidupnya. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 134




 

Selasa, 20 Oktober 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Mendatangkan Kebaikan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Rabu, 21 Oktober 2020

Tema  : Mendatangkan Kebaikan

Baca    : Roma 8:28

 

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

Bagian Firman Tuhan ini terdengar indah, bagus dan menyenangkan. Kita sering suka dengan ayat ini, menjadikannya ayat hafalan dan menjadikan sebagai hiasan di Alkitab atau dinding rumah kita. Namun pada kenyataannya, perjalanan hidup tidak semudah dan tidak seindah yang dibayangkan. Perhatikan, “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan”. Kata “segala sesuatu” tidak selalu berupa kondisi yang menyenangkan.

Bisa jadi yang kita hadapi kondisi keluarga yang berantakan, kesehatan yang merosot, keuangan yang tidak baik, situasi kerja yang tidak nyaman, pelayanan yang tidak ada hasil yang baik, dsb. Lalu kita seringkali bertanya “”Di mana Tuhan itu saat ini?”.

Kalau dilihat dari kehidupan Tuhan Yesus, bagaimana mungkin hal baik itu datang dari seorang yang mati disalib. Saat Yesus disalibkan, saya yakin murid-murid pun kecewa “Kok tidak seperti yang dibayangkan, mestinya Dia turun dari salib dan menghajar orang-orang yang menganiaya dan menyalibkan Dia”. Tapi semua tidak dilakukan, Yesus hanya diam dan pasrah saat disalibkan. Lalu mana Tuhan yang katanya berkuasa itu.

Ada banyak hal yang tidak mudah kita mengerti secara logika manusia. Namun satu hal pasti, Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu. Perhatikan kata “segala sesuatu”, anda boleh sebutkan situasi terburuk sekalipun yang anda hadapi. Di balik semua yang kita alami, Dia sanggup mengubah situasi yang kita hadapi untuk mendatangkan kebaikan. Saya yakin, di balik situasi sulit yang kita hadapi Tuhan sedang mengerjakan hal yang indah bagi kita. Dia ajar kita untuk bersyukur melalui kesulitan kita, Dia ajar kita untuk punya waktu mendoakan suami yang tidak pernah pulang, istri yang berubah sikap, anak-anak yang hidupnya memberontak serta situasi lain yang di depan kita. 

Jangan pernah curiga dengan Tuhan, Dia sanggup mengubah kehidupan yang berat menjadi penuh berkat. Kehidupan yang rumit dan tak berdaya, menjadi penuh dengan sukacita. Nantikan karya Tuhan bekerja dalam hidup kita. di balik Lazarus yang mati empat hari, ada kebangkitan. Di balik perempuan pelacur yang akan dilempar batu, ada pertobatan. Di balik kehidupan perempuan Samaria yang penuh aib, ada pemberitaan Injil melalui kehidupan yang diubahkan, di balik Yesus yang disalibkan, ada kebangkitan yang memberikan pengharapan.

Jangan putus asa dengan situasi sulit yang kita hadapi saat ini, sebaliknya jangan pernah menyerah untuk datang pada Tuhan. Bagian kita adalah mengasihi Tuhan. Adakah selama ini hidup kita mengasihi Tuhan atau hanya kita anggap Tuhan sebagai sekedarnya saja. orang yang mengasihi akan menganggap bahwa yang dia kasihi itu sebagai hal yang utama. Mari kita belajar untuk mengasihi Tuhan dengan menjadikan Dia sebagai yang utama dalam kehidupan kita. Kita datang pada Tuhan karena cinta, bukan karena butuh ditolong. Kita datang karena sayang, bukan karena butuh berkatNya semata.

Ketika kita mau menjadikan Dia sebagai pusat cinta kita, maka kita akan dimampukan melihat kebaikan Tuhan di balik situasi sulit yang kita hadapi. Nantikan saja, pada waktunya segala sesuatu akan menjadi kenangan yang indah pada perjalanan hidup kita. Sebab Yesus menjadikan segala sesuatunya baik dan indah. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati

 

 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 131




 

Senin, 19 Oktober 2020

JDT Remuk Hati



 

Jumpa Dengan Tuhan : Remuk Hati

 JUMPA DENGAN TUHAN

Senin, 19 Oktober 2020

Tema  : Remuk Hati

Baca    : Yesaya 57:15

 

Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

Tuhan, Yang Maha Kudus dan Maha Mulia, ternyata tidak hanya bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus. Dia menyatakan diri tinggal bersama orang yang remuk hati dan yang rendah hati. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, remuk hati artinya hancur berkeping-keping. Siapa yang mengalami kondisi hati yang hancur berantakan seperti ini. Orang yang mengalami dikecewakan, disingkirkan, dihina, diabaikan dan diremehkan merupakan orang-orang yang masuk kategori remuk hatinya.

Apakah anda pernah mengalami kondisi remuk hati. Mereka yang mengalami kondisi remuk hati diantaranya yaitu kalau umur sudah tinggi, ditanya terus kapan menikah. Kalau sudah menikah sekian tahun, ditanya kapan punya anak. Kalau sakit sekian tahun ditanya kapan sembuh. Kalau punya tanggungan keuangan, kapan bisa bayar. Orang-orang yang dalam kondisi tersebut masuk dalam contoh golongan orang-orang yang remuk hati. 

Orang yang remuk hati adalah orang yang dikecewakan dan ditolak manusia, sampai tidak ada lagi teman yang mau mengerti selain Tuhan sendiri yang menjadi teman terdekat. Orang yang remuk hati bisa jadi dia tertawa di antara keceriaan, tapi sebenarnya hatinya sepi dan terluka. Dia akan mencari tempat yang tersembunyi untuk meluapkan tangisannya yang terpendam.

Kalau hati saya mungkin sudah bukan remuk lagi, tapi sudah hancur tidak berbentuk. Ada banyak pengalaman hidup yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup saya yang menyakitkan, mengecewakan, membuat trauma dan seakan tidak berdaya mau membalas walaupun diperlakukan tidak baik. Saya pernah mengalami pelayanan saya diabaikan,yang saya lakukan disalah mengerti, kehidupan saya diremehkan hanya karena usia saya masih muda, tidak berpengalaman dan tidak punya hal yang bisa dibanggakan. 

Namun oleh kasih karunia Tuhan, Dia ijinkan saya mengalami remuk hati supaya bisa menolong orang lain. pelan tapi pasti, Tuhan sembuhkan batin saya. Dia bawa saya untuk memulihkan kehidupan orang lain yang mengalami remuk hati melalui pelayanan yang Tuhan percayakan.pada kami. Oleh ijin Tuhan, kami pun melayani orang-orang yang ditinggal pasangan hidupnya demi orang lain, orang-orang yang punya urusan rumit dengan pinjaman online, orang-orang yang dihina oleh keluarga terdekat karena pilihan iman, orang-orang yang menjadi janda tapi dipermainkan oleh pengurus gereja, dsb. Pada orang-orang yang remuk hati tersebut Tuhan ijinkan kami melayani dan menguatkan mereka, lalu menolong mereka untuk bertemu dengan kasih Tuhan. 

Pada orang-orang yang remuk hati, Tuhan mau bersemayam. Dia seperti seorang yang mau bongkar-bongkar tempat sampah demi mengambil sesuatu yang berharga tapi terbuang sia-sia. Saya tau dan sadar bahwa salah satu di antara sampah itu adalah saya. Diambilnya saya dari tumpukan sampah dan dibersihkannya.

Anda ingat perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang gembala yang meninggalkan 99 domba, demi mencari 1 domba yang tersesat dan hilang. Domba yang satu itu bisa jadi adalah domba yang remuk hatinya, tidak berdaya hidupnya dan merasa tidak ada lagi yang bisa menjangkau dirinya selain Tuhan. Bagaimana kehidupan anda saat ini. Apakah sebagai seorang yang sudah aman, nyaman dan merasa semua terkendali. Atau anda merasa bahwa Firman Tuhan ini juga berlaku untuk anda pribadi dan berkata “Saya juga termasuk orang yang remuk hati”. Kalau anda termasuk orang yang remuk hatinya, Tuhan bersedia bersemayam di hati anda dan memulihkan hidup anda. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 130





 

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...