Minggu, 31 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Tanyakan Dahulu Firman Tuhan

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul               : Tanyakan Dahulu Firman Tuhan

Baca                : 1 Raja-raja 22:4-5

Lalu katanya kepada Yosafat: "Maukah engkau pergi bersama-sama aku untuk memerangi Ramot-Gilead?" Jawab Yosafat kepada raja Israel: "Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu."

Tetapi Yosafat berkata kepada raja Israel: "Baiklah tanyakan dahulu firman TUHAN."

 

Sahabat Kristus, konteks bacaan Firman Tuhan ini yaitu tentang persekutuan antara Raja Ahab dari Kerajaan Israel dan Yosafat, seorang Raja Yehuda, yang akan berperang bersama. Mereka bekerja sama untuk melawan kerajaan lain yang dipimpin oleh Ramot Gilead. Menarik sekali, ketika akan berangkat berperang, Yosafat berkata kepada Raja Ahab “baiklah tanyakan dahulu Firman Tuhan”.

Raja Yosafat mewakili seseorang yang mau hidup dalam standar rohani yang benar. Dia mau memulai segala sesuatu dalam kebenaran Firman Tuhan. Dia mau menanyakan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Sementara Raja Ahab melambangkan seorang yang sudah berpengalaman, terbiasa mengerjakan segala sesuatunya dan tidak terlalu perlu melibatkan Tuhan dalam hidupnya.

Raja Yosafat merasa perlu untuk menanyakan Firman Tuhan sebelum berperang. Hal ini menggambarkan bahwa dalam pergumulan yang dihadapi, dia perlu kehendak Tuhan dinyatakan dalam hidupnya. Hal ini dimaksudkan supaya keputusan yang diambil tidak keliru, langkah yang diambil tepat dan tentu tidak bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Betapa banyak kami temui, orang-orang yang dalam pergumulan yang dihadapi, datang pada kami selaku hamba Tuhan untuk meminta masukkan. Namun ketika diberikan pendapat yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan mereka merasa kecewa, kepahitan dan coba cari hamba Tuhan lain yang bisa memberi nasehat yang menyenangkan dan tidak memberatkan dirinya sendiri.

Tindakan ini tidak jauh beda dengan Raja Ahab. Ketika mendapatkan teguran dari Nabi Mikha, dia berkeras hati dan akhirnya dia pun mati dalam peperangan seperti nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Mikha.

Melalui sharing Firman Tuhan ini saya ajak untuk kita mencari dahulu petunjuk Firman Tuhan bagi hidup kita. Sebelum kita mulai melangkah sepanjang hari ini, minggu ini bahkan sepanjang bulan ini. Kita tanyakan pada Tuhan, apa tuntunan Tuhan dalam hidup kita. Baik atas pergumulan hidup, keluarga, pekerjaan atau pelayanan kita.

Tuntunan Firman Tuhan bis akita dapatkan melalui pernyataan pribadi. Baik melaui doa atau Firman Tuhan yang kita baca. Bisa juga kita dapatkan tuntunan Firman Tuhan melalui sharing orang lain yang disampaikan pada kita, apakah kotbah, kesaksian atau pendapat yang kita terima secara langsung melalui seorang hamba Tuhan. Masalahnya sebenarnya bukan Firman Tuhan apa yang kita dapatkan, tapi seberapa kita mau taat pada Firman Tuhan  yang telah kita terima.

Sahabat Kristus, hari ini mari kita belajar untuk dengar-dengaran dengan Firman Tuhan. Bersediakah hati kita dibentuk. Relakah kita ditegur dan siapkah kita diarahkan untuk berjalan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Seberapa pun pahitnya, Firman Tuhan sebenarnya merupakan jalan yang manis untuk kita ikuti. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA : 0895623356501)

 

Pokok Doa Syafaat Edisi 01-06 Agustus 2022


 

Kamis, 28 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Kesatuan Hati

SAAT TEDUH PAGI HARI

 Judul : Berkat Dalam Kesatuan Hati

Baca    : Mazmur 133:1-3

Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.

Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

 

Sahabat Kristus, Mazmur 133 merupakan mazmur atau nyanyian yang dikenal sebagai mazmur yang mengajarkan tentang kesatuan. Ada lagu yang terkenal diciptakan dari Mazmur ini. Kesatuan merupakan salah satu hal penting yang dilakukan oleh gereja Tuhan. Kesatuan akan meringankan beban satu pihak bila ditopang bersama.

Firman Tuhan mengajarkan sebuah ilustrasi yang baik. Seperti minyak yang mengalir dari kepala Harun, lalu ke janggut hingga menuju seluruh jubahnya. Harun merupakan seorang imam besar yang menjadi pengaruh dan teladan bagi seluruh kaum Israel. Apa yang dia putuskan berpengaruh pada seluruh kaum yang ada di bawahnya. Setiap keputusan benar atau salah akan dilakukan oleh seluruh kaum Israel. Kita ingat saat dia membuat patung lembu emas, seluruh kaum Israel mengikuti apa yang dia lakukan untuk menyembah patung lembu emas. Tidak peduli benar atau salah.

Dalam kehidupan kita perlu ada sebuah kesatuan hati untuk menentukan segala sesuatunya. Kehidupan kita terdiri dari berbagai komunitas kecil hingga besar yang di dalamnya ada otoritas yang harus kita ikuti dengan baik. Dalam keluarga, istri tunduk pada suami. Anak tunduk pada orang tua. Dalam gereja, jemaat tunduk pada gembala sidang atau pimpinan gereja baik pendeta maupun pastor. Dalam persekutuan doa, anggota tunduk pada ketua persekutuan doa. Dalam sekolah, guru tunduk pada kepala sekolah. Dalam perusahaan, karyawan tunduk pada atasannya. Demikian juga dalam berbagai lingkup komunitas lainnya.

Bagaimana jadinya kalau tidak ada kesatuan yang saling mendukung satu sama lainnya. Maka akan terjadi kekacauan, kesimpangsiuran dan perpecahan dalam komunitas tersebut. Kesatuan hati diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan bersama yang bermanfaat. Betapa rumitnya bila dalam sebuah komunitas masing-masing pihak merasa bahwa dirinya paling benar dan paling berhak menentukan segala sesuatunya.

Hari ini melalui sharing ini saya mengajak setiap kita untuk hidup dalam kesatuan. Para suami yang membaca, ajak istri anda untuk berdoa bersama menyelesaikan segala keputusan yang ada pada Tuhan. Demikian juga istri silakan ajak suami untuk berdoa menghadapi pergumulan yang ada. Mungkin anda bertanya bahwa suami anda sulit diajak berdoa. Langkah pertama, doakan dulu supaya hati suami dilembutkan.

Selanjutnya saya percaya bahwa kuasa doa mampu mengubah hati yang keras menjadi lembut. Setelah itu saya yakin bahwa suami bisa diajak berdoa. Lalu bagaimana bila suami tidak terlalu rohani, tetap motivasi dia untuk memimpin doa betapa pun kata-kata yang dirangkai tapi satu kali dia akan belajar lebih baik lagi.

Kalau di rumah yang ada hanya istri dan anak. Di situ kesatuan bisa terjadi bila seorang ibu mau dan mampu mengajak berdoa bersama. Jangan pernah kehilangan kuasa kesatuan dalam hidup kita. Kami seringkali berdoa bersama, bertiga, suami, istri dan anak. Kami jujur menyerahkan pada Tuhan pergumulan yang kami hadapi. Puji Tuhan satu per satu bisa terselesaikan, apakah itu masalah keuangan, kesehatan, pelayanan dsb. Bukan doanya yang bagus atau isi doanya berupa kata-kata yang menarik, tapi ketika ada kesatuan hati maka berkat Tuhan pun menghampiri kami.

Sahabat Kristus, kesatuan hati akan membuat segala sesuatu yang dirasa berat menjadi ringan. Dalam kesatuan hati akan ada berkat Tuhan yang tidak terduga. Ketika setiap kita merindukan untuk diberkati dan dipulihkan, sebenarnya di lain pihak Tuhan merindukan kita memiliki kesatuan hati. Bahkan dituliskan Tuhan memerintahkan berkat bagi yang ada kesatuan hati. Tidak perlu diminta dengan susah payah, berkat malah diperintahkan datang pada kita. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA : 0895623356501


Panduan Doa Syafaat Edisi 687




 

Rabu, 27 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Gaji Kecil, Honor Sedikit, Utang Banyak

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul : Gaji Kecil, Honor Sedikit, Utang Banyak

Baca   : 2 Raja-raja 4:1-2

1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."

 

Sahabat Kristus, seorang perempuan dengan status janda datang pada nabi Elisa. Dia sebenarnya isteri dari seorang nabi. Suaminya sudah meninggal. Tapi sayang sekali kondisinya memprihatinkan., dia terjerat banyak hutang. Bahkan anaknya sudah diambil sebagai budak. Sebagai pengganti tebusan hutang yang harus dibayar.

Coba kita hitung lagi kondisinya. Suaminya meninggal, artinya tidak ada tulang punggung dalam keluarga. Bisa jadi suami anda masih ada, masih hidup tapi tidak bisa berfungsi secara maksimal. Tidak bisa bekerja. Tidak ada penghasilan atau tidak mampu menghidupi keluarga. Bisa karena suami anda sakit atau malas bekerja. Kalau anda seorang pria, bisa jadi anda kehilangan pekerjaan atau memiliki pekerjaan tapi nilainya penghasilan tidak seberapa.

Kondisi berikutnya, dia punya hutang yang banyak dan sudah ditagih. Apakah situasinya seoerti yang anda alami. Punya banyak tanggungan keuangan di berbagai pihak sampai tidak bisa membayar. Bahkan sudah ditagih karena jatuh tempo dan anda tidak mampu membayarnya.

Nabi Elisa pun bertanya, apa yang kau punya di rumah. Janda ini berkata hanya punya sebuah kuli-kuli berisi minyak. Buli-buli kalau dilihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai botol kecil atau guci kecil. Mungkin saja saat ini gaji anda kecil atau honor bekerja tidak seberapa. Cuma cukup untuk dibuat makan makan saja, itu pun pas-pasan. Masih harus membayar banyak kebutuhan dan tanggungan.

Namun Nabi Elisa tidak minta banyak, dia minta buli-buli kecil itu diserahkan padanya. Nabi Elisa merupakan gambaran dari figur Tuhan. Ketika yang kecil, sedikit dan tidak seberapa nilainya itu kita serahkan pada Tuhan. Kita berdoa mengucap syukur pada Tuhan untuk yang sedikit nilainya itu dan mulai melakukan tindakan iman. Bisa dengan memberi perpuluhan atau menabur pada orang lain.

Dalam kisah itu Nabi Elisa berkata “pergilah mintalah bejana dari luar, kemudian masuklah dan tutuplah pintu”. Ada kalanya ketika kita melakukan tindakan iman, tidak perlu banyak orang tahu. Mengapa, karena situasi kita ini sudah kurang dan tidak punya banyak uang. Orang akan berkata “ngapain kamu perpuluhan, tidak akan menolong apa-apa. Buat apa memberi untuk pekerjaan Tuhan, tidak akan membawa pengaruh apapun bagi hidupmu. Mengapa kamu bantu-bantu orang lain, sok kaya kamu…”.

 

Sahabat Kristus, percayalah ketika kita melangkah dengan iman. Jalani saja. Berkat Tuhan akan kita alami. Mujizat Tuhan akan kita terima. Selama kita tidak ragu-ragu dan tetap mengandalkan Tuhan, pertolongan Tuhan akan kita nikmati tanpa batas dan tanpa perlu kita ajari Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Panduan Doa Syafaat Edisi 686




 

Selasa, 26 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Imam Yang Tidak Memandang Ringan

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul   : Imam Yang Tidak Memandang Ringan

Bacaan    : Yeremia 8:10c-11

baik nabi maupun imam,

semuanya melakukan tipu.

Mereka mengobati luka puteri umat-Ku

dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!,

tetapi tidak ada damai sejahtera.

 

Sahabat Kristus, kemarin terjadi kehebohan di kalangan guru-guru Pendidikan Agama Kristen. Bermula dari unggahan seorang di media sosial yang mengungkapkan bahwa terjadi kekeliruan dalam naskah pelajaran PPKn kelas 7. Pada buku pelajaran PPKn Kelas VII bab IV hal 79 terbitan 2021, dituliskan bahwa pemeluk agama Kristen Protestan dan Kristen Katolik menganut paham Trinitas. Di situ disebutkan bahwa Trinitas terdiri atas Allah, Bunda Maria dan Yesus Kristus sebagai tiga yang tunggal.

Penjelasan tersebut tentu tidak benar dan menyesatkan. Penulis yang tidak memahami ajaran kekristenan menulis semaunya sendiri dan menurut pandangan dia saja. Hal ini pun menjadi perbincangan panas di kalangan guru agama, sampai pihak PGI hingga umat Katolik pun melancarkan protes pada kementerian Pendidikan. Tuntutan jelas yaitu supaya buku tersebut ditarik.

Sekedar diketahui, mulai tahun ini memang kurikulum sudah berganti baru yaitu kurikulum merdeka belajar. Namun masih belum semua menerapkan kurikulum baru ini. Masih ada sekolah yang melanjutkan penggunaan kuriukulum 2013. Buku tersebut masih dalam hitungan kurikulum yang lalu, oleh karena itu Sebagian besar siswa tentu menggunakan buku tersebut sebagai bahan pelajaran. Beruntung ssaat ini masih tahap awal pembelajaran, sehingga bagian itu belum dipelajari.

Penjelasan atau pengajaran yang keliru mengenai konsep kekristenan akan meracuni pikiran banyak anak muda. Buku ini masih berlaku, masih terbitan tahun lalu, walaupun pada akhirnya diputuskan bahwa peredaran buku itu baik secara fisik maupun digital ditarik. Untuk direvisi oleh kementerian Pendidikan. Puji Tuhan ada respon baik dari Menteri Pendidikan sehingga buku tersebut diputuskan untuk ditarik dan direvisi.

Bagaimana sikap kita sebagai pengikut Kristus ketika mendapati hal seperti ini. Bagaimana respon kita sebagai hamba Tuhan atau disebut sebagai imam mendapati fenomena ini. Apakah kita akan menganggap “oh tidak apa-apa itu, biasa namanya manusia tidak sempurna. Biasa, mungkin salah tulis atau salah ketik, sudah biasa itu. Toh sekarang sudah ganti kurikulum, tidak apa-apa. Bisa juga kita berpendapat “itu bukan urusan saya, jadi bukan masalah besar”.

 

 

Firman Tuhan mengajarkan bahwa Tuhan akan menghukum nabi atau imam sebagai gambaran hamba Tuhan yang melakukan tipu. Apa penipuannya yaitu ketika menganggap remeh suatu masalah, memandang ringan suatu persoalan dan berkata “damai sejahtera” tapi sesungguhnya tidak ada damai sejahtera.

Melalui sharing ini saya mengajak untuk setiap kita terbuka dan melihat dengan terang bahwa situasi bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Doakan bangsa kita. Penyusupan-penyusupan yang melemahkan iman Kristen akan terus terjadi. Baik melalui bahan ajar atau pun tayangan-tayangan di berbagai media. Kalau umat Tuhan tidak waspada, kita akan mudah dikalahkan, dihancurkan dan digembosi iman kita pelan-pelan.

Jangan sampai ketika ada yang menghujat, mengolok atau melecehkan iman kita secara terang-terangan dan viral, baru kita berteriak dan merasa sebagai korban. Namun terhadap penyusupan dalam buku pelajaran seperti ini kita diam saja.

Sahabat Kristus, mari terus bawa bangsa ini dalam doa. Ketika kemarin kami mengetahui fenomena ini kami sampaikan pada teman-teman dalam grup pelayanan kami. Saat itu kami bawa dalam keprihatinan dan berdoa supaya hal ini tidak terulang lagi dan bisa teratasi dengan baik. Mari saatnya kita menjadi hamba Tuhan atau umat Tuhan yang benar, yang tidak melakukan tipu dan memandang ringan suatu masalah yang berkaitan dengan iman kita. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Panduan Doa Syafaat Edisi 685




 

Senin, 25 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Sepotong Roti Bundar Kecil

 

SEPOTONG ROTI BUNDAR KECIL

1 Raja-raja 17:13 (TB)  Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

Sahabat Kristus, suatu kali Tuhan memerintahkan pada nabi Elia untuk pergi pada janda di kota Sarfat. Saat itu sedang masa kekeringan dan sekian waktu tidak turun hujan. Elia dalam petunjuk Tuhan meminta pada janda tersebut untuk dibuatkan sepotong roti bundar kecil bagi dirinya.

Janda ini sempat menolak. Minyak dan tepung tinggal sedikit. Dia berkata tinggal satu kali masak lalu mereka tidak akan makan lagi dan siap untuk mati. Tapi ketika janda sarfat ini mendahulukan masak roti untuk Elia, Tuhan pun tidak tutup mata. Sejak saat itu minyak yang tinggal sedikit tidak habis. Setiap kali dituang selalu ada lagi. Sampai situasi menjadi normal kembali.

Mujizat Tuhan seringkali terjadi ketika kita taat pada urusan yang kecil sekalipun. Janda itu menyerahkan hak pribadinya dan menyerahkan pada Tuhan melalui hambaNya yaitu Elia. Kita juga pernah membaca kisah 5 roti dan 2 ikan. Makanan itu bisa sekali habis untuk dimakan. Cuma sedikit jumlahnya. Tapi anak kecil itu menyerahkan pada Tuhan  sehingga terjadi mujizat, makanan yang sedikit bisa dimakan untuk sejumlah lima ribu orang laki-laki, hingga sisa dua belas keranjang. Siapa yang bawa pulang sisa makanan itu, tentu anak kecil tersebut.

Hari ini kita lihat kembali bagian hidup apa yang belum kita serahkan pada Tuhan. Kita bisa menyediakan waktu untuk berdoa bagi keluarga atau teman-teman tertentu yang Tuhan bebankan. Kita bisa menyediakan hati untuk melayani orang lain dengan memotivasi hidup mereka. Saya juga mendengar ada juga orang-orang yang komitmen memberi nasi bungkus pada orang yang tidak mampu, sekalipun yang bisa dia bagikan hanya sedikit porsinya. Ada banyak hal yang bisa kita kerjakan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Saat saya menjadi guru, saya tahu panggilan saya bukan sekedar cari uang. Saya bawa mereka mengalami kasih Tuhan. Banyak yang mengalami lawatan Tuhan justru bukan saat ibadah tapi saat pelajaran matematika. Kita juga bisa gunakan media sosial untuk membawa sebanyak mungkin jiwa pada Tuhan daripada sekedar untuk curhat dan menyebar berita tidak jelas.

Sahabat Kristus, mungkin anda berkata, masalah saya saja belum beres masa' melayani orang lain. Sejujurnya sama, saya juga demikian masih banyak hal yang belum beres. Tapi saya mau menyediakan sepotong roti kecil dari yang saya mampu. Saya mau menyediakan hidup saya untuk kemuliaan Tuhan. Percayalah, ketika kita mengistimewakan Tuhan, maka Dia pun akan mengistimewakan kita. Mari kita sama-sama buktikan. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Panduan Doa Syafaat Edisi 25-30 Juli 2022


 

Minggu, 24 Juli 2022

Saat teduh Pagi Hari : Mempercayakan Diri

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

 Judul  : MEMPERCAYAKAN DIRI PADA TUHAN

Baca    : Mazmur 31:6 

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Kalimat ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan kalimat "into Your hand i entrust my life". Ke dalam tanganMu aku percayakan hidupku. Kata entrust lebih kuat dari kata trust. Saya berbahagia ketika mendapati bahwa kata yang digunakan dalam ayat ini yaitu entrust. Bagaimana perbedaannya yang bisa menjadi berkat bagi hidup kita.

Kata trust yaitu percaya seringkali bersifat pasif dan tidak banyak pergerakan. Saya punya anak bernama Nara. Dia dari kecil yakin dan percaya bahwa saya ini ayahnya. Dia tidak mengenal orang lain sebagai ayahnya kecuali yang bernama Okky Rahardjo ini. Dia percaya yang dibuktikan dengan identitas pendukung dan kenyataan bahwa saya setiap hari tinggal bersama dia.

Tapi entrust mengajarkan untuk kita menaruh percaya atau mempercayakan diri sepenuhnya pada Tuhan. Sebagai contoh, kalau Nara saya ajak ke Indomaret atau Alfamart. Saya berkata pada dia silakan pilih minuman apa saja yang dia suka. Ketika dia sudah ada di dalam minimarket tersebut, apakah dia kemudian ragu-ragu mengenai pembayaran atas minuman yang akan diambil. Tentu saja tidak, dia bebas pilih minuman rasa apa saja atau jajan apapun tanpa kuatir tidak bisa bayar, karena dia yakin bahwa yang akan membayar ayahnya. Di situlah dia belajar mempercayakan dirinya pada ayahnya.

Melalui hal ini kita belajar untuk mempercayakan diri sepenuhnya pada Tuhan. Daud berkata "ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaku". Daud sebagai seorang yang mengasihi Tuhan, dia mau belajar untuk menyandarkan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan. Dia mau ikut pada pilihan Tuhan. Daud percaya bahwa Tuhan pasti menyediakan yang terbaik bagi dirinya.

Beranikah percaya ketika kita dalam kondisi yang kesulitan ekonomi, kita mempercayai Dia sebagai Jehovah Jireh yaitu Pribadi yang mampu menyediakan pemeliharaan yang sempurna. Demikian ketika kita sakit, adakah kita mengenal Kristus sebagai Jehovah Rapha yang mampu memberikan kesembuhan.

Dibutuhkan pengenalan yang baik dan benar pada Tuhan untuk kita berani mempercayakan diri sepenuhnya. Tidak ada pemeliharaan yang sempurna atas kita tanpa adanya pengenalan yang baik dengan Tuhan. Ketika proses hidup diijinkan bagi kita, yakinkan bahwa ada karya Tuhan di balik itu semua.

Ketika kita makin kuat dan berakar teguh di dalam Tuhan, satu kali kita akan berani berkata "aku mempercayakan diri sepenuhnya pada Tuhan. Sebab TUHAN tidak akan pernah mengecewakan hidupku". Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Kamis, 21 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Melihat Hari-Hari Baik

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul   :Melihat Hari-Hari Baik

Baca    : 1 Petrus 3:10

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

 

Sahabat Kristus, Firman Tuhan berkata siapa mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik. Hari-hari ini ada banyak orang yang kuatir tentang hari-hari baik atau masa depan yang akan dialaminya. Sadar atau tidak, setiap pagi pikiran kita serinhgkali dipenuhi dengan berbagai hal yang mengkuatirkan.

Apalagi ketika hari-hari ini anak-anak sudah mulai masuk sekolah. Kita berpikir banyak kebutuhan yang harus ditangani. Belum lagi kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Tapi hari ini firman Tuhan berkata siapa yang mau melihat hari-hari baik ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat.

Apakah yang dimaksud dengan hal yang jahat. Ketika kita mengeluarkan perkataan yang mengeluh, yang mengumpat dan putus asa. Tanpa sadar sering kali hari-hari kita diisi dengan perkataan yang mengeluh atas kondisi yang kita hadapi. Apakah anda pernah mengeluh dengan situasi yang dihadapi. Perkataan yang mengeluh akan menjatuhkan iman kita. Membuat hidup kita menjadi letih lesu dan berkat Tuhan tidak bisa mengalir dengan maksimal.

Mari kita jaga masa depan kita dengan mengucapkan perkataan iman. Kita berkata " Tuhan Yesus itu ajaib. Tuhan sanggup menolong saya. Tuhan Yesus memberkati kehidupan saya sepenuhnya. Kebutuhan saya terpenuhi. Usaha saya lancar. Pekerjaan saya berjalan dengan baik. Keluarga saya penuh dengan damai sejahtera. Anak-anak mengasihi Tuhan Yesus. Anak-anak menghormati orang tua. Saya bisa melunasi tagihan. Kesehatan saya aman. Kami hidup dalam pemeliharaan Tuhan. Saya menjadi berkat bagi banyak orang” dan perkataan lain yang menguatkan iman kita dan mengandung kuasa yang baik atas kita.

Sahabat Kristus, masa depan kita ditentukan oleh perkataan kita hari ini. Ketika hari ini kita bisa menjaga perkataan kita, maka percayalah kita akan bisa menikmati kehidupan yang baik seperti yang Firman Tuhan janjikan. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Panduan Doa Syafaat Edisi 682




 

Rabu, 20 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Semangat Bekerja

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul   : Semangat Bekerja

Bacaan    : Yoel 3:9-10

9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa:

bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan;

suruhlah semua prajurit tampil dan maju!

10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang

dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak;

baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

 

Sahabat Kristus, Firman Tuhan kali ini mengingatkan dan memotivasi untuk setiap kita bangkit dan bergerak. Tuhan ketika berbicara tidak selalu menyatakan untuk hal yang sifatnya rohani seperti doa, baca Alkitab atau beribadah, dsb. Namun ada kalanya Tuhan juga berurusan dengan kehidupan sehari-hari kita. Hal yang berkaitan dengan pekerjaan kita. Tuhan masih mau peduli dengan urusan sandang pangan kita.

Tapi yang perlu disadari bahwa Tuhan tidak menjanjikan berkat datang ajaib dengan sendirinya. Tuhan tidak menjanjikan tiba-tiba ada uang masuk di rekening, tiba-tiba ada yang memberi uang atau tiba-tiba ada yang ngasih amplop untuk kita. Berkat Tuhan secara ajaib itu bagiannya Tuhan. Tidak perlu kita pikirkan dan minta-minta. Tapi Tuhan tetap mau kita bekerja, bergerak dan berusaha untuk mencukupi kebutuhan kita.

Alkitab menuliskan “tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau pemangkasmu menjadi tombak”. Ayat-ayat ini sebenarnya tidak hanya berbicara mengenai peperangan, tapi juga mengenai penghidupan kita. Kalau diaplikasikan sekarang, ayat ini akan berkata “ayo yang sebagai karyawan dan pegawai, bekerja dengan rajin. Yang sebagai pengusaha, berusahalah dengan maksimal. Yang usaha online, ayo tingkatkan produktivitasmu”.

Anda yang berprofesi sebagai guru, didik murid-muridmu dengan penuh tanggung jawab. Yang sebagai dokter, rawat pasien dengan baik. Yang sebagai polisi, mengabdi pada masyarakat dengan benar. Demikian juga dengan profesi yang lain, mari kerjakan dengan maksimal. Yang usahanya di pasar, di kota, di kios atau di warung dan toko, jangan biarkan tempat usahamu kosong. Juga yang melayani Tuhan, mari melayani dengan benar dan giat.

Saya yakin dan percaya, berkat Tuhan datang pada setiap orang yang berusaha dengan maksimal. Tidak cukup hanya berdiam di kamar untuk berdoa. Kita boleh berdoa dalam pergumulan kita, tapi tetap minta hikmat Tuhan tentang apa yang harus kita kerjakan.

Saya seorang hamba Tuhan, seorang pendeta. Hari Minggu saya bisa pakai kemeja rapi dan berdasi untuk berkotbah di gereja. Kadang juga hari lain saya pakai baju batik rapi menyampaikan Firman Tuhan di Persekutuan Doa. Namun setiap harinya, saya tidak malu harus berjubel di pasar atau agen sembako untuk belanja demi kebutuhan toko kami. Saya berdesakan demi belanja bumbu, snack atau bahan-bahan pokok lainnya. Oleh karena saya tahu Tuhan mau saya hidup rajin bukan bermalas-malasan dan tidak berharap uang dari pelayanan.

Sahabat Kristus, apapun profesi dan usaha yang bisa dilakukan, saatnya kita bangkit, giat dan semangat lagi untuk bekerja. Percayalah, Tuhan pasti memberkati orang yang rajin. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Panduan Doa Syafaat Edisi 681




 

Selasa, 19 Juli 2022

Foto Perkenalan Guru









 

Saat Teduh Pagi Hari : Menjawab Orang Bebal

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul : Menjawab Orang Bebal

Baca   : Amsal 26:4-5

(4) Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya,

(5) Jawablah orang bebal menurut kebodohannya,

      supaya jangan ia menganggap dirinya bijak.

      supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia.         

Sahabat Kristus, ada salah satu teman yang bertanya mengenai dua ayat ini. Dia merasa kok dua ayat ini membingungkan dan terkesan bertentangan. Mungkin hal ini menjadi pertanyaan anda juga. Mari pagi ini kita belajar Firman Tuhan dengan lebih teliti, supaya menjadi berkat yang baik bagi hidup kita.

Pada ayat 4 dikatakan “jangan menjawab orang bebal”. Kata ‘jangan menjawab’ dalam Bahasa Ibrani digunakan kata ‘AL TA’AN’ yang berarti “haruslah kamu tidak menjawab”. Sedangkan pada ayat 5 dituliskan “jawablah orang bebal”. Kata ‘jawablah’ dalam Bahasa Ibrani digunakan kata ‘ANEH’ yang artinya “kamu menjawablah”. Sementara orang bebal digunakan kata KESIL yang artinya bodoh atau bebal.

Lalu bagaimana menjelaskan perbedaan keduanya, yang satu dikatakan jangan menjawab. Pada ayat berikutnya dikatakan jawablah. Dalam hal tertentu kita sebenarnya tidak perlu menjawab pertanyaan orang bebal. Hal ini bertujuan untuk menghindari perdebatan tanpa hasil. Namun dalam kondisi tertentu pula kita perlu menjawab argument orang bebal untuk mengoreksi pendapatnya. Supaya dia tidak merasa sombong atau paling benar. Namun demikian kita tetap perlu hikmat yang benar dalam menjawab setiap pertanyaan.

Sebagai contoh, kita seringkali menghadapi tuduhan dari pihak lain yang berkata “Alkitab itu palsu dan sudah diubah; Yesus bukan Tuhan atau orang Kristen itu menyembah manusia, dsb”. Dalam satu kondisi kita sikapi dengan diam saja dan tidak perlu menanggapi pendapat mereka. Biarkan saja.

Namun dalm hal tertentu kadang kita juga perlu menjawab tuduhan-tuduhan tersebut sebagai tanggung jawab iman kita (apologet). Hal ini supaya mereka tidak merasa benar dan supaya pendapat mereka yang keliru bisa dikoreksi. Namun sekali lagi semua tentu bergantung waktu dan saat yang tepat. Kapan kita harus menjawab dan kapan kita cukup diam saja.

Dalam pergumulan hidup yang kita hadapi, kadang kita diserang dengan pertanyaan oleh saudara seiman sendiri. “mana katanya Tuhan memulihkan hidupmu, nyatanya hidupmu biasa-biasa saja”. Ada kalanya kita cukup menanggapi dengan senyum dan diam saja. Tapi kalau dirasa perlu, kita bisa menjawab dengan tepat “Tuhan punya waktu dan cara sendiri untuk menolong saya. Kamu tidak perlu tahu, tapi pasti satu kali Tuhan Yesus menolong saya secara ajaib”.

Saatnya kita belajar untuk hidup dalam hikmat Tuhan, kita tahu kapan harus bereaksi dan tahu kapan cukup diam saja. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

Senin, 18 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Surely

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul : Surely

Baca    : Mazmur 23:6

“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;

dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”

 

Sahabat Kristus, perhatikan ayat ini menuliskan kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku. Sepertinya perkataan biasa dan tidak mengandung apapun. Kita hanya diberikan informasi bahwa kebajikan dan kemurahan Tuhan mengikuti hidupnya.

Namun dalam Bahasa Inggris ada penambahan satu kata yaitu ‘surely’. Lebih lengkapnya kalimat itu berbunyi “surely goodness and mercy shall follow me all the days of my life”. Kata surely memiliki makna sungguh pasti, sudah pasti dan tidak dapat diragukan lagi. Dengan demikian bisa diartikan dalam Bahasa Inggris kalimat ini berkata “sangat yakin, pasti dan tidak bisa diragukan lagi bahwa kebaikan dan kemurahan Tuhan akan mengikuti kita seumur hidup”.

Kebaikan Tuhan itu sudah pasti akan kita alami dan nikmati seumur hidup kita, kemana pun dan dimana pun kita. Kata surely menegaskan dan menekankan bahwa Tuhan itu benar-benar baik dan pasti baik bahkan sangat baik. Bahkan sebenarnya kebaikan Tuhan itu tidak perlu alasan tertentu untuk membuktikannya.

Kita bisa menganggap manusia itu baik kalau kita dapat bantuan, menerima pemberian atau menikmati sesuatu secara materi. Namun kebaikan Tuhan sebenarnya tidak bisa diukur oleh apapun. Dalam situasi bagaimana pun, Dia adalah Tuhan yang baik. Tidak perlu kita mendapatkan pertolongan Tuhan dulu baru kita berkata “Tuhan itu baik”. Tanpa kita memuji Tuhan pun, Dia tetap Tuhan yang baik.

Mungkin kita menyangkal dengan berkata “Tapi pak, kenyataannya hidup saya susah. Masalah saya banyak. Pergumulan saya belum berakhir”. Namun percayalah, sesungguhnya Tuhan itu tetap baik tanpa perlu kita membuat ukuran tertentu.

Sahabat Kristus, hari ini mari kita jadikan kalimat Mazmur 23:6 ini sebagai pernyataan iman. Sekalipun kondisi kita hari ini tidak baik, tidak menyenangkan dan belum ada mujizat kita berani membuat pernyataan “Saya sangat yakin, bahwa kebaikan dan kemurahan Tuhan akan mengikutiku seumur hidupku”. Percayalah, pernyataan sederhana kita akan menjadi kenyataan yang mengubah hidup kita menjadi.Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

Panduan Doa Syafaat Edisi 679












 

Minggu, 17 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Toko Buku Yang Ramai

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul   : Toko Buku Yang Ramai

Baca    : Yesaya 55:6

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 

 

Semalam kami sekeluarga, saya bersama istri dan anak, belanja di toko buku dekat rumah. Ada beberapa keperluan untuk putri kami yang akan masuk sekolah lagi. Hari Senin ini tepat tahun pelajaran baru 2022/2023 akan dimulai. Ketika kami belanja di toko buku tersebut, kami melihat fenomena yang unik. Toko yang biasanya sepi, tidak banyak pengunjung dan bahkan pegawainya lebih banyak daripada pembelinya. Saat itu ramai sekali dipenuhi oleh pengunjung.

Hampir semua sudut toko menarik perhatian pengunjung. Mulai dari bagian buku tulis, alat tulis, buku bacaan,tempat pensil hingga sampul buku dan berbagai aksesoris sekolah menjadi sasaran perhatian konsumen. Kalau dihitung kira-kira ada 100 pengunjung di toko itu. Lebih banyak dari hari biasanya yang bisa dihitung dengan jari. Toko tersebut sampai menambah pegawai baru untuk membantu melayani pengunjung yang terlampau banyak. Mereka kerepotan dan kewalahan, karena tidak biasanya seperti ini. Salah satu pegawai berkata “sudah dua tahun toko ini puasa dikarenakan pandemi, sekarang mulai saatnya panen”.

Sahabat Kristus, toko buku itu ramai pembeli karena menjelang tahun pelajaran baru. Saya tidak yakin ketika situasi normal, pelajaran di sekolah sudah berjalan pertengahan waktu, toko itu akan ramai seperti hari ini. Situasi tentu bisa jadi sepi lagi. Kapan ramai lagi, nanti menjelang tahun pelajaran baru berikutnya.

            Demikian juga dengan kehidupan kita, adakah kita begitu giat mencari Tuhan saat hanya ada dalam pergumulan, masalah dan kebutuhan mendesak. Saat situasi sedang menekan dan menghimpit, kita baru datang pada Tuhan. Saat didesak oleh kebutuhan ekonomi, masalah Kesehatan atau pergumulan keluarga serta beban hidup lainnya kita mulai sibuk mencari Tuhan. Kita mulai berdoa pada Tuhan mohon pertolongan.

            Firman Tuhan mengatakan carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui. Artinya, saat ini atau ketika kita masih diberikan kesempatan untuk hidup, bernafas mari kita mencari Tuhan. Kita datang dan berseru pada Tuhan dan hampiri Dia hari demi hari. Jangan menunggu ada masalah baru datang pada Tuhan. Nanti ketika Tuhan sudah pulihkan hidup kita, situasi sudah normal dan doa kita sudah dipenuhi oleh Tuhan kita mulai meninggalkan Tuhan. Sampai bertemu dengan Tuhan pada masalah berikutnya.

            Sahabat Kristus, jangan perlakukan Tuhan sebagai penjual barang dagangan. Hanya kita temui ketika ada kebutuhan. Perlakukan Tuhan sebagai seorang bapak yang kepadaNya kita memerlukan kehadiranNya. Kita datang pada Dia bukan karena kita butuh sesuatu, tapi kita sadar betapa tanpa Tuhan kita tidak bisa hidup. Mari hari ini kita bulatkan hati kita untuk mencari Tuhan dan berseru kepadaNya setiap saat. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa : Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Pokok Doa Syafaat Edisi 18-23 Juli 2022


 

Kamis, 14 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari Edisi 15 Juli 2022

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul : Tuhan Itu Baik

Baca    : 1 Tawarikh 16:34

“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

 

Sahabat Kristus, ada satu lagu atau kata-kata yang harus diucapkan oleh para imam saat menyelenggarakan kebaktian di Bait Allah atau Sinagoge. Kata-kata itu berbunyi "sebab Tuhan itu baik. Bahwasanya untuk selamanya kasih setianya". Kata-kata itu selalu diulang setiap kali para imam memimpin ibadah. Diucapkan secara bersahut-sahutan. Satu orang berkata “Sebab Tuhan itu baik” yang lain akan menyahut “Bahwasanya untuk selamanya kasih setianya”.

Kalau dikaitkan dengan kehidupan kita saat ini. Adakah kita berani mengatakan "bahwa Tuhan itu baik". Seringkali kita membatasi bahwa kebaikan Tuhan itu kalau kita mengalami sesuatu yang nyaman. Kita seringkali membuat batas bahwa Tuhan Yesus itu baik kalau saya sudah mengalami tindakan yang menyenangkan dari Tuhan.

Tuhan itu baik kalau keuangan saya terpenuhi. Tuhan itu baik kalau masalah saya beres. Tuhan itu baik kalau utang saya lunas, dagangan laris, istri tidak cerewet, suami mau kembali ke rumah, anak-anak nurut, sakit saya sembuh atau hal fisik lainnya. Kita terlalu sering membatasi kebaikan Tuhan dengan ukuran yang bersifat sementara. Kita sering membatasi kebaikan Tuhan dengan sesuatu yang tidak kekal. Kita membatasi kebaikan Tuhan dengan sesuatu yang bersifat materi.

Bpk ibu dan saudara terkasih, mari kita belajar bagaimana kita bisa menyatakan bahwa Tuhan Yesus itu baik, sekalipun segala sesuatu yang ada di hadapan kita belum berubah. Sekalipun doa kita belum langsung dipenuhi oleh Tuhan. Sekalipun kenyataan hidup yang kita alami masih ada yang memburuk, tapi kita tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengatakan bahwa Tuhan Yesus itu baik.

Sahabat Kristus, Sesungguhnya dalam kondisi apapun dan bagaimana pun, Dia Tuhan Yesus tetap baik. Kebaikan Tuhan tidak kita ukur dari kenyamanan materi. Justru saat dalam kondisi terpuruk kita masih bisa menyatakan kebaikan Tuhan, di situ Tuhan akan pulihkan hidup kita. Ketika kita masih bisa menyatakan kebaikan Tuhan saat kita dalam kondisi yang tidak baik, kita akan mengalami ada saja pemeliharaan Tuhan.

Kalau hari ini kondisi sedang menyesakkan hati anda. Coba diam sejenak, ambil nafas dan katakan "Tuhan Yesus Engkau baik. Apapun terjadi Engkau tetap baik". Jangan sampai kondisi hidup kita hari ini menghalangi kita untuk melihat kebaikan Tuhan. Bukankah tanpa kita sadari Dia sudah menyediakan berkat istimewa tanpa kita minta. Hari ini kita masih bisa bergerak, bernafas dan disediakan orang-orang yang mengasihi kita. Di situ merupakan bukti kebaikan Tuhan bagi kita. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

Panduan Doa Syafaat Edisi 677




 

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...