Senin, 31 Agustus 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Lakukan Yang Tuhan Katakan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Selasa, 01 September 2020

Tema  : Lakukan Yang Tuhan Katakan

Baca    : Yohanes 2:5

 

  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"

 

Salah satu kunci kita mengalami mujizat Tuhan, sederhana saja. Kita melakukan apa yang Tuhan katakan. Tidak ada rumusan yang lebih sederhana dari hal ini. Namun demikian ada banyak orang yang masih bingung, ragu-ragu dan bertanya-tanya. Bagaimana suara Tuhan bisa saya ketahui, bagaimana saya bisa tahu Tuhan berbicara pada saya. Ketidak mampuan mendengar suara Tuhan dan ketidak mampuan memahami bagaimana cara Tuhan menyatakan diri, membuat orang tidak melakukan sesuatu dan akibatnya tidak mendapatkan mujizat.

Para pelayan ini mengikuti apa yang Yesus katakan sehingga mereka melihat dan mengalami secara langsung betapa air yang biasa itu bisa menjadi anggur secara ajaib. Petrus dan kawan-kawannya melemparkan jala di sebelah kanan, setelah Tuhan Yesus berkata pada dirinya. Hasilnya banyak tangkapan yang mereka peroleh. Petrus bisa berjalan di atas setelah mendengar Yesus mengajak dia untuk berjalan melintasi gelombang laut yang ada di depannya. Seorang yang lumpuh selama 38 tahun itu bisa sembuh setelah mendengar Yesus berkata “bangunlah, angkat tilammu dan berjalanlah”. 

Hari ini adakah kita sudah melakukan apa yang Tuhan katakan. Adakah kita selama ini memilih mengabaikan perkataan Tuhan bagi kita. Menganggapnya biasa dan meremehkannya. Lalu bagaimana kita bisa mengerti suara Tuhan bagi kita, seringkali hal itu ditanyakan berulang kali. Pernyataan Tuhan secara sederhana dapat kita perhatikan melalui Firman Tuhan yang kita baca secara tertulis. Ada banyak orang yang bertanya bagaimana mendengar suara Tuhan tapi tidak mau membaca Firman Tuhan yang tertulis. 

Firman Tuhan atau Alkitab yang kita baca merupakan bagian dari suara Tuhan yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Melalui Firman Tuhan yang kita baca kita diajarkan untuk mengasihi orang lain, hidup dalam ucapan syukur dan hidup dalam mengandalkan Tuhan serta banyak hal lain lagi yang diajarkan oleh kebenaran Firman Tuhan. Mengapa seringkali kita mengabaikan yang tertulis dan terus bertanya “Tuhan apa rencanaMu bagi saya”.

Satu kali ada seorang gadis atau perempuan yang berkata pada saya “Mengapa Tuhan tidak menghindarkan saya dari laki-laki yang tidak bertanggung jawab”. Gadis ini sudah tinggal serumah dengan laki-laki tanpa ikatan pernikahan. Seminggu menjelang pertunangan yang sudah direncanakan, laki-laki itu meninggalkan dia tanpa kembali ke rumah yang mereja tinggali selama ini. Peristiwa ini terjadi sampai dua kali. Dia juga ditinggalkan oleh laki-laki berikutnya yang juga tinggal serumah dengan dia. Yang lebih tragis laki-laki kedua ini meninggalkan dia beberapa waktu menjelang pernikahan yang sudah disepakati. Lalu bagaimana yang diharapkan, apakah mestinya Tuhan bersuara keras di telinganya “Laki-laki itu bukan jodohmu, nak”. Bukankah Firman Tuhan mengajarkan untuk kita hidup dalam kekudusan dan meninggalkan perzinahan, mengapa menunggu suara Tuhan yang lain lagi.

Ketaatan kita pada Firman Tuhan akan memampukan kita untuk mendengar suara Tuhan secara khusus. Suara Tuhan secara khusus bisa berupa audible, penglihatan atau pernyataan Tuhan secara supranatural lainnya. Jangan pernah kehilangan suara Tuhan melalui Firman Tuhan yang kita baca. Kalau boleh kami sarankan, jangan puas hanya dengan membaca renungan dari buku tipis, baca dari artikel WA atau internet. Kejarlah suara Tuhan itu melalui pembacaan Firman Tuhan secara langsung. Ada orang-orang yang mulai fanatik dengan hamba-hamba Tuhan tertentu, dianggap enak kalau menyampaikan Firman Tuhan, tapi dirinya sendiri lupa dan tidak mau disiplin untuk membaca Firman Tuhan secara teratur. Mari kita menerima pernyataan Tuhan melalui Firman Tuhan yang kita baca secara pribadi dan alami mujizat serta pertolongan Tuhan Yang tak pernah terbatas. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

 

•           Untuk dukungan doa pribadi  :

Kabari kami di Mizpa Ministry  WA  : 0895623356501

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 81





 

Jumat, 28 Agustus 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Antusias Mengikut Tuhan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Sabtu, 29 Agustus 2020

Tema  : Antusias Mengikut Tuhan

Baca    : Lukas 19;3-5

 

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

 

Ada banyak sharing Firman Tuhan yang mengungkapkan sisi Zakheus sebagai seorang yang berdosa karena dia adalah pemungut cukai, lalu dia bertobat setelah berjumpa dengan Yesus. Namun saat ini kita akan melihat Zakheus dari sisi lain. Zakheus sebenarnya gambaran seorang yang antusias mengikut Tuhan. Dia tidak mau ada yang menjadi halangan dan rintangan untuk dia bertemu dengan Tuhan Yesus. Tubuhnya pendek, yang kalau orang Jawa menyebutnya cebol, membuat dia terhalang untuk bisa melihat Yesus sebagaimana orang-orang yang lain.

Namun ternyata yang bertubuh mini ini banyak akalnya. Dia tidak putus asa karena keterbatasannya. Dia mencari cara apapun itu untuk bisa berjumpa dengan Yesus. Kita pun sudah tahu cara yang dia cari yaitu memanjat pohon ara. Tindakan dia yang memanjat pohon ara merupakan salah satu contoh sikap yang antusias untuk berjumpa dengan Tuhan. Antusias merupakan sikap yang penuh semangat, bergairah dan tidak mudah menyerah dalam mengejar apa yang menjadi kerinduan hatinya.

Seorang yang antusias akan mengejar apapun yang dia inginkan, dia rindukan dan dia impikan. Seorang yang antusias tidak akan menyerah begitu saja hanya karena ada 1, 2 atau ribuan halangan. Seorang yang antusias tidak akan berlaku sopan, dia akan melakukan banyak cara untuk meraih yang dia harapkan. Seorang yang antusias tidak punya prinsip “ya sudahlah, tidak usah memaksakan diri”.

Bagaimana dengan sikap kita saat mengikut Tuhan Yesus saat ini, adakah sikap antusias kita miliki atau kita ada dalam situasi yang wajar-wajar saja dan cenderung seadanya. Tuhan Yesus yang kita sembah layak untuk menerima sikap yang antusias dari kita. Antusias dalam mengikut Tuhan lebih dari orang yang biasa-biasa. Dia layak untuk kita jadikan yang nomer satu, yang utama dan yang tidak bisa digantikan oleh apa dan siapa pun juga. Kita bahkan sebenarnya wajib untuk mengikut Tuhan dengan segala yang ada pada kita. Kita antusias dengan rela mengeluarkan tenaga, perasaan, waktu bahkan uang kita untuk mengejar apapun yang berkaitan dengan pertumbuhan rohani kita. Adakah kita pernah, sempat atau masih memiliki sikap antusias untuk mengikut Tuhan dalam hidup kita.

 

Saat saya masih usia remaja, usia sebelas atau dua belas tahun, saya sudah mulai tertarik dengan hal-hal rohani. Setiap jam 6 sore, saya mulai siap di depan radio untuk menunggu acara Sungai Kehidupan yang disiarkan oleh Radio Suzanna Surabaya. Setiap hari tanpa terlewatkan, saya mendengarkan acara itu yang isinya kotbah dari hamba-hamba Tuhan yang ada di Surabaya. Siaran yang berlangsung selama 1 jam itu sangat mendukung kerohanian saya. Bukan hanya mendengar, saya pun sampai menyediakan buku khusus untuk mencatat ringkasan kotbah yang disampaikan. Kalau tidak salah sampai ada beberapa buku tulis saya habiskan untuk mencatat ringkasan kotbah itu, walaupun sekarang buku tersebut sudah tidak saya temui lagi.

Saat memasuki usia SMP, saya mulai menambah antusias saya dalam mengikut Tuhan. Saya rela naik sepeda dari rumah saya di Bratang menuju gereja di Manyar untuk mengikuti ibadah baik Minggu maupun Doa Malam. Saya sering pula mengikuti acara Doa Fajar yang diadakan pkl. 04.30 yang berarti harus bangun lebih pagi. Acara doa fajar selesai pkl. 05.30 sementara saya masuk sekolah pkl. 06.15. Saya sudah memakai seragam sekolah saat mengikuti acara doa fajar itu, sehingga selesai acara saya segera menuju sekolah yang lokasinya di Ngagel Kebonsari, berputar balik arah dari gereja. Jaraknya tidak dekat, saya harus memacu sepeda saya lebih cepat supaya tidak terlambat. Arah ke sekolah seperti arah saya pulang ke rumah ditambah tiga kilometer lagi. Kalau saya tidak antusias dan berpikir wajar, kan bisa berdoa sendiri dari rumah. Buat apa harus jauh datang ke gereja pagi-pagi hanya untuk doa dan terima Firman Tuhan yang bisa didapatkan di kesempatan lain.

Saat usia SMP pula saya sudah sering hadir di acara KKR atau Kebaktian Kebangunan Rohani yang diadakan di kota Surabaya. Saya pernah hadir di Go Skate untuk menghadiri KKR dengan pembicara Pdt. Yusuf Roni, saya datang menggunakan angkutan umum bemo karena belum memiliki sepeda motor. Saya hadir juga di Tunjungan Plaza untuk hadir di acara KKR Island of Praise dengan pembicara Pdt. Timotius Arifin. Sempat juga hadir dalam acara KKR di Hotel Mirama Surabaya dengan kesaksian dari artis Lidya Kandou dan pelawak Ateng. Sebagai pembicaranya Pdt. Junaedi Salat yang mantan artis itu. Saya hadir dengan naik bus kota sendirian. Selama saya tahu cara untuk hadir, saya akan datang di mana pun itu. Setiap minggu sore, saya tidak lupa menyaksikan tayangan rohani di SCTV dengan pembicara Pdt. Jeremia Rim. Ada pendapat yang berkata “Sudahlah tidak usah memaksakan diri, mengikut Tuhan Yesus itu yang penting doa pribadi di rumah, sudah cukup”. Saran tersebut tidak saya salahkan, tapi hati saya yang antusias tidak bisa saya padamkan begitu saja 

Orang yang mengalami kasih mula-mula biasanya memiliki antusias yang tinggi, semangat yang besar dan spontanitas yang tak terbendung. Seakan tidak mau jauh dari Tuhan. Apapun akan diusahakan untuk mendukung pertumbuhan rohaninya. Apapun akan dikejar untuk membiarkan rohnya tetap menyala. Hari ini adakah antusias itu masih kita miliki. Oleh karena berlalunya waktu, adakah antusias itu sudah mulai hilang dan redup dari hidup kita. Anda tidak harus seperti saya yang mengejar KKR kesana-kemari untuk membangun pertumbuhan rohani. Namun dengan berbagai cara yang ada, fasilitas yang tersedia dan segala hal yang memungkinkan, mari bangun pertumbuhan rohani anda dengan penuh antusias. Mulai mengejar bagaimana bisa mendapatkan asupan Firman Tuhan, mulai mencari cara untuk bisa mendengarkan lagu pujian dan penyembahan dan mulai mencari kesempatan untuk bisa aktif dalam kegerakan doa.

 

Jangan sampai usia, kondisi ekonomi, kesehatan dan permasalahan hidup membuat kita menyerah dan tidak lagi semangat mengikut Tuhan. Jangan menyerah dan kehilangan antusias hanya karena anda sedang terganggu kesehatan. Saya pernah rutin setiap sore melayani seorang yang sudah berusia lanjut, tujuh puluh delapan tahun. Beliau sakit-sakitan. Sudah tidak bisa bicara dengan lancar. Hanya duduk di kursi roda. Namun beliau tidak kehilangan antusias membangun iman. Anaknya mencarikan hamba Tuhan yang bersedia melayani. Saya waktu itu datang ke daerah Rungkut setiap sore pkl. 16.00, selesai beliau dimandikan oleh perawatnya. Saya bacakan kitab Mazmur satu hari satu pasal. Beliau hanya bisa mengeluarkan air mata saat mendengarkan kitab Mazmur yang saya bacakan. Setiap Minggu dan Kamis masih minta diantar ke gereja. Asistennya yang mengantar ke gereja. Sekitar satu minggu saya melayani beliau, hanya baca kitab Mazmur. Seminggu berikutnya beliau meninggal dunia. 

Mari melalui tulisan yang sederhana ini saya mengajak anda dan kita semua untuk terus antusias dan semangat mengikut Tuhan. Membangun iman kita makin kuat di hadapan Tuhan. Apapun tidak boleh dan tidak bisa menghalangi kita untuk mengobarkan antusias itu. Orang yang antusias dan penuh semangat mengikut Tuhan, pada dirinya Tuhan akan memperhitungkan dengan memberkati secara luar biasa. Silakan alami dan buktikan itu. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

•           Untuk dukungan doa pribadi  :

Kabari kami di Mizpa Ministry  WA  : 0895623356501

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 79





 

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 78





 

Kamis, 27 Agustus 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Pikul Salib Sangkal Diri

 JUMPA DENGAN TUHAN

Jumat, 28 Agustus 2020

Tema  : Pikul Salib Sangkal Diri

Baca    : Matius 16:24

 

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Salah satu pesan Tuhan Yesus yang seringkali terabaikan ada dalam ayat yang kita baca di atas. Kita sering membaca atau menyampaikan pesan Tuhan tentang kasih sebagaimana diungkapkan dalam Matius 22:38-40. Kita juga sering menyimak pesan Tuhan Yesus supaya tidak kuatir sebagaimana dituliskan dalam Matius 6:33. Kita juga tidak lupa mengenai pesan Tuhan supaya kita menjadi terang di depan semua orang, sebagaimana disampaikan dalam Matius 5:16. 

Namun tidak banyak yang ingat pesan Tuhan mengenai penyangkalan diri, pikul salib dan mengikut Tuhan. Kata penyangkalan diri berarti berkata tidak untuk diri sendiri, tapi setuju pada kehendak Tuhan. Pikul salib berarti kita menderita demi Kristus. Mengikut Aku atau mengikut Tuhan berarti kita mengikut keteladanan Kristus dalam hidup kita. 

Kemarin saya dan Nara, putri saya, belanja berdua. Kami belanja kebutuhan harian dengan membawa uang yang tidak terlalu banyak. Oleh karena itu kami harus mengatur strategi sebaik mungkin supaya bisa mendapatkan barang lebih banyak dengan harga yang terjangkau. Akhirnya saat membeli sabun, saya minta supaya Nara mencari harga yang paling murah. Saat membeli sampo, kami mencari harga yang murah dalam kemasan sachet. Demikian juga saat akan membeli obat nyamuk, kami mencari harga yang paling murah dari merk yang sama. Setelah memilih yang murah, ternyata ada merk lain yang lebih murah dengan jumlah isi tidak jauh beda. Kami pun memilih merk yang lain itu. 

Kami pun bisa belanja banyak barang dengan harga yang lebih murah, masih bisa beli mainan untuk Nara. Bagi kami yang penting manfaatnya bukan merk apalagi harganya. 

Namun sayang sekali, harga yang murah ini tidak berlaku untuk kehidupan keristenan. Hidup sebagai orang Kristen tidak bisa mengambil jalan pintas. Tidak bisa ambil harga yang paling murah dengan prinsip pokoknya masuk Sorga. Tidak bisa memiliki prinsip yang penting sudah membaca Alkitab, aktif ke gereja dan tidak lupa berdoa kalau makan, juga tidak menyakiti orang lain. Tidak bisa demikian. 

Mengikut Yesus tidak bisa asal-asalan, tidak bisa dengan harga yang murah. Ada ketaatan yang harus kita lakukan tanpa batas, ada ketekunan yang harus kita miliki sampai akhir dan ada kesetiaan yang harus kita pegang teguh setiap saat. Mengikut Tuhan bukan cuma supaya diberkati, supaya sembuh, supaya masuk Sorga. Mengikut Tuhan Yesus sebenarnya karena kita mengasihi Dia dan oleh kasihNya kita dipindahkan dari alam maut menuju hidup yang kekal. 

Kalau mengikut Yesus hanya supaya diberkati, bagaimana iman kita saat tidak ada berkat. Salah satu tayangan rohani yang laris di media sosial saat ini yaitu tentang mujizat kesembuhan. Pendetanya diseret kesana kemari untuk menyembuhkan orang yang sakit. Padahal kalau yang dikejar hanya kesembuhan, tentu akan bisa sakit lagi. Jangan mengejar sesuatu yang sementara dan tidak bernilai kekal, pandang pada kekekalan yang nilainya tidak bisa digantikan oleh apapun juga. 

Pikul salib anda, sangkal diri dan ikuti keteladanan Kristus. Harganya tidak pernah murah. Situasinya tidak pernah nyaman. Bagaimana respon anda saat disakiti, bagaimana ketaatan anda pada Firman Tuhan atau saat menghadapi pilihan hidup yang tidak menyenangkan. Saat dihadapkan pada pasangan hidup yang tidak seiman, pekerjaan yang mempertaruhkan iman pada Kristus atau pilihan yang tidak sejalan dengan kebenaran Firman Tuhan. Adakah kita masih berani mempertahankan ketaatan dan kesetiaan pada Tuhan. Jangan pernah meninggalkan Tuhan untuk sesuatu yang remeh, sementara dan tidak bernilai kekal. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo) 

•           Untuk dukungan doa pribadi  :

Kabari kami di Mizpa Ministry  WA  : 0895623356501

Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 77





 

Jumpa Dengan Tuhan : Membalut Luka Hati

 JUMPA DENGAN TUHAN

Kamis, 27 Agustus 2020

Tema  : Membalut Luka Hati

Baca    : Mazmur 147:3

 

 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

 

Ada banyak orang yang suka dengan bagian Firman Tuhan ini, betapa Tuhan itu dekat dan memperhatikan orang-orang yang patah hati. Dia menyembuhkan dan membalit luka hati setiap kita. Kalau Tuhan menyembuhkan parah hati, semua orang suka. Patah hati itu disebabkan kecewa, gagal, difitnah, dihina, ditinggalkan dan berbagai hal yang menyebabkan hati kita terluka.

Perhatikan ada kata “membalut”. Kata membalut artinya menutupi luka kita. Pernahkah anda melihat atau mengalami sendiri luka yang dibalut. Saya pernah jatuh karena kecelakaan motor sekitar dua tahun lalu. Kaki kiri saya terluka, berdarah dan nyeri. Saat berjalan harus terpincang, menahan sakit. Saat bekerja harus memakai sandal, karena tidak tahan bila memakai sepatu. Seorang teman baik saya mengantar ke sebuah klinik untuk dirawat luka saya. 

Dokter yang menangani memberi obat pada luka, membersihkan dan akhirnya membalut dengan perban. Anda tahu, saat dibalut itu sakit rasanya. Perih sekali karena terkena obat dan menggores luka yang ada di dalam. Saya harus merintih menahan kesakitan dan berjalan dalam balutan luka sekian hari lamanya.

Saat kita datang pada Tuhan dengan segala luka hati yang kita miliki, Dia tidak langsung membuat luka itu hilang. Dia merawat dan membalut luka hati kita. Dengan cara apa Tuhan membalut luka hati kita. Dia membalut luka hati kita dengan Firman Tuhan. Saat dikecewakan, ditinggalkan dan disakiti hati kita, Tuhan berkata “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”. Bahkan dalam Doa Bapa Kami juga mengajarkan supaya kita mengampuni orang yang bersalah pada kita. Demikian pula ada banyak bagian Firman Tuhan yang mengatakan supaya kita mengampuni dan mengasihi orang lain yang bersalah pada kita. Apakah enak kalau mengampuni orang lain, tentu tidak enak.

Ada satu teman kerja saya yang perkataan dan sikapnya itu menyakitkan saya. Omongannya sinis yang ujungnya “menghabisi” saya di muka umum. Satu kali saya ijin untuk tidak masuk kerja, saya ambil waktu untuk berdoa di rumah. Saya sampaikan pada Tuhan bahwa saya tidak terima kalau diomongin sama orang itu. Saya bertanya “Bagaimana ini, Tuhan”. Saya ingat Tuhan berkata pada saya berupa dua hal. Yang pertama, cabut setiap panah yang diarahkan ke hatimu melalui perkataan orang lain. Saat itu juga saya berdoa, mencabut setiap panah perkatan-perkataan sinis, kecewa dan menyakitkan yang pernah diarahkan pada saya. Selain itu saya juga ucapkan kata-kata pengampunan untuk teman kerja saya tersebut. 

Yang kedua, saya juga ingat pesan Tuhan pada saya. Belikan dia kue. Dalam situasi hati yang tidak nyaman, saya bergumul “kok enak dia yang menyakiti, tapi harus saya perlakukan dengan baik sampai harus dibelikan kue”. Besoknya, saya datangi dia, saya kasih kue basah yang saya beli saat perjalanan berangkat kerja. Setelah kue itu saya berikan, hati saya plong, lega dan bebas dari kepahitan

Tuhan membalut luka hati kita dengan kebenaran Firman Tuhan. mempraktekkan Firman Tuhan itu tidak pernah enak. Bagaimana mungkin kita harus mengampuni orang yang bersalah pada kita. Tapi kita harus keluar dari zona nyaman. Saat kita melakukan kebenaran Firman Tuhan ada kelegaan, ketenangan dan hati yang dipulihkan.

Dalam kepahitan dan sakit hati yang kita alami, Dia akan menyembuhkan dan membalut luka hati kita. Tapi caranya dengan menghidupkan kebenaran Firman Tuhan sepenuhnya dalam hidup kita. Selanjutnya kita akan bisa mengampuni setiap orang yang bersalah. Siapa pun itu, apakah suami, istri, mertua, orang tua, anak, teman, saudara, sahabat atau pendeta anda sekali pun. Kiranya kasih Tuhan Yesus memampukan kita untuk hidup dalam pengampunan. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

•           Untuk dukungan doa pribadi  :

Kabari kami di Mizpa Ministry  WA  : 0895623356501

Minggu, 23 Agustus 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Dia Juga Mengalami

 JUMPA DENGAN TUHAN

Senin, 24 Agustus 2020

Tema  : Dia Juga Mengalami

Baca    : Ibrani 2:18


Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Pernahkah anda memperhatikan saat menjelang pemilihan kepala daerah, banyak orang-orang yang berlomba memancing perhatian rakyat kecil dengan berbagai cara. Ada yang masuk ke sungai untuk kerja bakti dengan warga. Ada yang masuk ke gorong-gorong untuk melihat situasi air dalam kubangan. Ada yang masuk ke sawah dan berbagai tempat lain yang dianggap mewakili keberadaan rakyat kecil. Rela membuat tubuhnya basah, kotor dan dekil katanya demi rakyat.

Namun apakah mereka tiap hari hidup dalam kedekilan, suasana kerja yang berkeringat dan baju yang kotor sebagaimana rakyat yang mereka temui. Tentu saja tidak. Mereka hanya satu hari saja berlaku demikian. Kalau tidak terpilih ya tidak mau berkotor-kotor seperti itu lagi. Kalau pun terpilih juga belum tentu mau menemui rakyat kecil yang diwakili.

Yesus yang adalah Pribadi yang mulia dan berkedudukan tinggi di Kerajaan Sorga, rela mau jadi manusia, supaya mau dan mampu merasakan yang kita alami sebagai manusia. Dia tidak cuma magang atau pura-pura sebagai manusia. Dia memang menjadi manusia sama seperti kita. Tidak ada bedanya. Dia mengalami apa yang kita alami. Alkitab menuliskan bahwa Dia pernah lapar, haus, sedih dan menangis. Dia pernah dihina, disalah mengerti bahkan kelahiranNya pun disalah pahami sampai saat ini. Bisa jadi Dia dulu diolok-olok sebagai anak haram karena lahir tanpa melalui hubungan pernikahan. 

Kalau anda merasa doa sampai sekarang belum dijawab, Yesus pun pernah mengalaminya. Ada hamba Tuhan yang berkata “Yesus kalau berdoa selalu dijawab”, tapi ijinkan saya berkata bahwa ada doa Yesus juga yang tidak dijawab. Saat Dia minta supaya cawan penderitaan itu berlalu. Kalau perlu tidak usah mati disalib. Tapi Bapa di Sorga tidak mengabulkan permintaan itu. Dia harus mati supaya kita layak untuk diselamatkan 

Yesus hadir di dunia bukan untuk pencitraan seperti kepala daerah yang berkampanye. Dia memahami dan merasakan apa yang kita pergumulkan. Ketika saat ini anda sedang gagal, jatuh, disakiti, mengalami kekurangan, ditolak hebat, dianggap sepi, disakiti dan dijauhi. Yesus mau hadir di sisi anda untuk menguatkan, menopang dan memberikan penghiburan. Dia akan memeluk kita, membelai rambut kita, mengusap air mata kita dan berkata “Aku ada di sini untukmu, sampai kapan pun”.

Kalau memang anda memelukan kasihNya dinyatakan bagi hidup anda, jangan menjauh dari Tuhan. Kalau kita tidak layak datang, Dia yang akan menghampiri kita. Buka hati anda dan jangan pernah menolak kehadiranNya. Alami kasihNya dan nikmati kuasaNya. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

•           Untuk dukungan doa pribadi  :

·         Kabari kami di Mizpa Ministry  WA  : 0895623356501

·         Renungan ini juga bisa dibaca di mizpaministry.blogspot.com

 

Kamis, 20 Agustus 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Berseru Dan Diselamatkan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Jumat, 21 Agustus 2020

Tema  : Berseru Dan Diselamatkan

Baca    : Mazmur 107:19

 

Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,

Kata “berseru-seru” mengandung arti bersuara keras atau memohon dengan berteriak. Orang yang berseru-seru biasanya ada dalam kebutuhan yang khusus, mendesak dan darurat. Seperti saat anda memanggil orang yang berjualan lewat di depan rumah, supaya mendengar kita perlu bersuara keras. Kemarin saya coba memanggil penjual air isi ulang, saya berseru “air... air”. Tapi sayang sekali dia tidak mendengar meskipun saya berkali-kali memanggil. Orang yang jatuh saat kecelakaan biasanya berseru minta tolong dengan suara keras.

Adakah pergmulan yang sampai saat ini kita hadapi. Apakah sesuatu yang menjadi kesesakan dalam hidup kita. Kalau anda serius, saya ajak untuk kita berseru pada Tuhan. Ketika kita berseru, bukan berarti Tuhan itu tidak dengar sampai kita harus berteriak kalau memohon pertolongan. Saat kita berseru, berarti kita sedang serius dengan pergumulan yang kita hadapi. Saat kita berseru, berarti kita sedang ada dalam kesesakan yang begitu menghimpit.

Tahun 2012 lalu saat anak saya lahir, dia tidak bisa langsung pulang. Dia harus dirawat di ruang perawatan khusus karena mengalami sesuatu yang serius dampak dari proses kelahirannya. Saya tidak bisa menunggui perawatannya, karena masih bekerja di Surabaya. Di sela jam mengajar, saya berdoa berseru pada Tuhan supaya nyawa anak saya tertolong. Saya merasa kondisi itu sesuatu yang sulit. Anak saya dalam kondisi kritis. Saya tidak bisa menjaga, sementara beberapa bayi di sekitarnya ada yang sudah meninggal karena penyakit yang dideritanya. Puji Tuhan, putri kami akhirnya sembuh dan sampai hari ini sehat

Bagaimana caranya berseru pada Tuhan. Mungkin memang tidak perlu berteriak sampai tetangga mendengar. Tapi dalam pergolakan batin kita, kita berdoa dengan kesungguhan hati seakan itu adalah kesempatan terakhir bagi kita. Bedoa dengan bersuara bukan hanya dengan diam, kita ngomong sama Tuhan. Mohon pertolongan Tuhan. Pertahankan hidup anda di hadapan Tuhan. Pertahankan keluarga anda. Minta pembelaan Tuhan. Saat kita berseru, kita sedang serius dengan permohonan kita. 

Namun juga perlu diingat, jangan cuma 1-2 kali berdoa, rebut hal yang baik itu dengan seruan kita yang berulang kali. Memang ada prinsip pengajaran doa yang berkata “Kita tidak perlu minta, pasti Tuhan tau kebutuhan kita dan menyediakan”. Tapi ada kalanya kita berseru mohon pertolongan Tuhan. Firman Tuhan berkata “diselamatkanNya mereka dari kecemasan mereka”. Tetap setia sampai garis akhir. TuhanYesus memberkati (dalam kasihNya, Okky Rahardjo)

 

•           Untuk dukungan doa pribadi  :

·         Kabari kami di Mizpa Ministry  WA  : 0895623356501

·         Renungan ini juga bisa dibaca di mizpaministry.blogspot.com

 

Kesaksian Dilepaskan Dari Penyakit Akibat Tumbal Kesuksesan

 

Kesaksian berikut kami sampaikan dari rekan sepelayanan kami yang ada di Purwokerto. Sebut saja namanya Bu Sari. Ibu Sari seorang janda dengan satu anak. Beliau selama ini bekerja sebagai pengasuh anak atau baby sitter di rumah seorang pejabat Kepolisian di daerah Jawa Tengah. Istri dari pejabat kepolisian tersebut bekerja sebagai kepala cabang sebuah bank. Sepengetahuan Bu Sari, istri dari pejabat kepolisian ini yang kita sebut bu Nn ini sering bertindak seperti seorang paranormal. Hal-hal yang dibicarakan seringkali hal yang bersifat mistis dan gaib. Bahkan suaminya yang seorang pejabat, ketika sampai di rumah harus kalah wibawa dengan sang istri.

Suatu kali Bu Sari sakit keras yaitu asam lambung sekian waktu tapi tidak kunjung sembuh. Sudah berobat ke berbagai tempat tapi belum sembuh juga. Sakit tersebut dirasanya sudah sekitar dua minggu. Ada seorang teman yang diakuinya punya indera keenam, mengatakan bahwa sakitnya itu karena dikirim oleh seseorang hal yang berbau mistik. Ditengarai bahwa Bu Sari ini akan dijadikan semacam tumbal untuk kesuksesan jabatan dari Bu Nn. Selama sakit itu wajahnya pucat dan kuning sekali. Setiap malam Bu Sari mengucapkan doa tertentu yang diyakini akan membawa kesembuhan. Namun setekah berdoa itu, sekali sembuh lalu muncul lagi sakitnya. Demikian berulang berkali-kali.

Oleh kasih karunia Tuhan, Bu Sari dikenalkan oleh saudara iparnya pada pelayanan kami. Kami bersambung komunikasi pada tanggal 7 Juni 2010. Tidak banyak yang kami lakukan. Berikut ini yang kami sampaikan sebagai masukan pada beliau   :

[7/6 20:12] Okky Rahardjo: Berikut yang bisa saya sampaikan..

Yang pertama, bangun tengah malam paling lambat jam tiga untuk berdoa.

Yang kedua, kali ini yang dinaikkan bukan Doa Bapa Kami 40 kali, karena tidak ada rumusnya seperti itu. Tapi naikkan pujian dan penyembahan yang menyatakan kuasa Tuhan... Lagu apa saja yang njenengan tau bisa juga "bagi Tuhan tak ada yang mustahil, bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin" tau lagu itu ya

Yang ketiga, ucapkan doa seperti ini "Saya percaya oleh kuasa darah Tuhan Yesus hidup saya dipulihkan. Tubuh saya adalah Bait Roh Kudus, oleh karena itu segala kuasa kegelapan tidak boleh tinggal dalam hidup saya. Perlindungan Tuhan Yesus nyata bagi saya sehingga tidak ada satu serangan apapun yang mempan terhadap diri saya. Jiwa saya milik Tuhan Yesus sepenuhnya, sebab hidup saya sudah ditebus oleh kuasa darah Tuhan Yesus. Kuasa darah Tuhan Yesus ajaib dan dahsyat melindungi saya. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa dan mengucap syukur. Amin"

[7/6 20:17] Sari Tesa SUMBA: Trimakasih mz atas sarannya dan doanya amin....nanti malam saya akan bangun dan berdoa seperti yg mz oki sampaikan.

[7/6 20:19] Sari Tesa SUMBA: Nuwun mz🙏

[7/6 20:21] Okky Rahardjo: Iya, nanti saya dukung doa juga..

[8/6 05:46] Sari Tesa SUMBA: Syaloom mz oki selamat pagi Trimakasih atas dukungan doanya jg mz dan doa semalam sdh saya laksanakan sampe saat ini saya sdh sedikit merasa enakan mz🙏

[8/6 06:10] Okky Rahardjo: Luar biasa. Tuhan Yesus baik dan ajaib...

[8/6 06:14] Sari Tesa SUMBA: Sungguh luar biasa mujizatnya mz gk sekali dua kali Tuhan memberikan mujizat pada saya mz Tuhan selalu memberikan kekuatan dan kemudahan2 pada saya setelah saya dtinggal suami saya saya merasa kuat dan tegar sampe saat ini dan semuanya ini Tuhanlah yg memberikan semuanya...amin

[10/6 06:05] Sari Tesa SUMBA: Saya sakit mulai tgl 24 mei itupun saya kuat2in untuk bekerja dsitu pak sya sdh keliatan pucat puncak rasa sakit saya terakhir akhir bulan mei kmrin dan saya keluar.

Pada tanggal 10 Juni 2020 siang harinya, kami mendoakan ibu Sari melalui telepon. Sejak saat itu tidak ada lagi sakit asam lambung yang selama ini diderita. Semua sudah total sembuh oleh kuasa darah Tuhan Yesus. Beliau juga sempat menyampaikan kesaksian di grup doa kami.

 [11/6 02:41] Sari Tesa SUMBA: Syalom bapak ibu yg terkasih didlm grup sumba ini maaf bgt ditengah pagi ini kami menggannggu akifitas istirahat ibu bapak sekalian. saya ingin bersaksi pd bpk ibu semua setelah 2 minggu lebih saya sakit dan gk tau rasa sakit dlm tubuh ini kyak ada sesuatu yg aneh seperti ada yg menyerang saya melalui ilmu hitam yg dtanam dlm tubuh ini.

saya bertemu teman baik saya dan dia mempunyai sebuah karunia yg tdk bs dimiliki oleh orang lain Dia melihat saya pucat dan lemas dan ada seorang yg menanam dan mengirimkan sesutu dlm tubuh mbak jgn kuatir dan berdoalah aq akan bantu doa pula. suatu ketika saya doa malam tubuh ini berangsur pulih hari ketiga rasanya kambuh sakit lagi mual2. tapi saya tdk kuatir dan takut serta tdk begitu mengeluh saya minta pada Tuhan dan berdoa Tuhan sembuhkan sakitku jamahlah tubuhku tiap malam saya berdoa dan berdoa sedikit sembuh .

dan kemarin tepat tgl 7 mbak ratih kakak ipar saya menyarankan coba ikut grup doa sumba barangkali nanti km bs sembuh setelah saat tgl 7 kmrin bdn saya lemas mual2 lgi saya langsung ikut grub ini .dan bs berkenalan dgn bpk ibu semua serta pak oki .saya sharing pak oki dan saya critakan minta dukungan doa tiap mlm saya doa dan bangun lambat laun penyakit ini disembuhkan kmrin tgl 10 pak oki mendoakan saya luar biasa mujizat Tuhan langsung seketika segala kuasa gelap yg bersemayam dlm tubuh saya ini hilang dan sampe saat ini saya dipulihkan dan Tuhan benar2 mengirim pak oki untuk menyembuhkan saya Puji Tuhan 5 hari ini saya mengikuti Sumba. Tuhan berikan mujizat kesembuhan Haleluyah amin. semoga kesaksian saya ini bs jdi berkat buat grup ini Trimakasih sudah menerima saya dan bs berkenalan lewat grup ini dan trimakasih pak oki semoga dlm pelayanan bapak bs jdi berkat buat kita semua...amin🙏

Demikian kesaksian sederhana ini, kiranya boleh menjadi kekuatan bagi kita semua bahwa kuasa darah Tuhan Yesus lebih dari mampu untuk mengatasi segala gangguan dan serangan dari kuasa kegelapan, apapun dan bagaimana pun jenisnya. Kalau pada ibu Sari yang sederhana, Tuhan Yesus sanggup lakukan mujizatNya, percaya dan yakin bahwa mujizat itu pasti dinyatakan atas hidup kita juga.

Demikian juga segala pujian hanya ditujukan bagi kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dia yang layak ditinggikan, bukan nama saya pribadi atau pelayanan kami. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati .

 

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...