Kamis, 23 Juni 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Kepalsuan

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul   : Kepalsuan

Bacaan    : Yohanes 1:47

Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

 

Sahabat Kristus, baru-baru ini ada berita yang mengejutkan. Seorang perempuan melaporkan bahwa suami yang menikahinya selama sepuluh bulan ternyata seorang perempuan. Jadi suami istri sama-sama perempuan. Ditambah lagi, suaminya mengaku dulunya beragama Kristen lalu menjadi mualaf. Dia menyebut suatu nama yang dianggap berbau Kristen. Ternyata semuanya palsu. Jadi terungkap, jenis kelamin palsu, nama palsu dan agamanya pun palsu. Bahkan pekerjaannya juga palsu.

Tuhan Yesus memanggil Natanael dengan sebutan “seorang Israel sejati yang tidak ada kepalsuan di dalamnya”. Makna kata tidak ada kepalsuan yaitu jujur, apa adanya, terbuka dan apa yang dilakukan sesuai dengan yang dikatakannya.

Bagaimana dengan diri kita saat ini di hadapan orang lain. Apakah kita selama ini tampil sebagai seorang Kristen sejati, yang tidak ada kepalsuan. Yang bisa dilihat apa adanya. Yang transparan dan terbuka. Ataukah hidup kita ini penuh dengan modus, kecurangan dan kepura-puraan.

Saya beberapa kali menjumpai orang dengan modus rohani. Orang datang pada hamba Tuhan, sharing sesuatu pergumulan hidup ternyata ujung-ujungnya supaya dibantu keuangan. Satu kali ada yang datang ke rumah saya untuk sharing. Dia cerita kondisi hidupnya yang dalam kesusahan. Dia juga minta didoakan. Ujungnya ternyata dia mau pinjam uang.

Mari saat ini kita periksa hati ini. Adakah iman kita penuh dengan ketulusan atau kepura-puraan. Adakah kita ini datang pada Tuhan karena kita mengasihi Tuhan atau karena kita ini sebenarnya berharap berkat, mujizat dan pemberiannya. Kalau yang didoakan tidak segera didapat, lalu marah dan kecewa pada Tuhan.

Sahabat Kristus, mari saat ini kita miliki iman yang tulus. Iman yang sejati dan tidak ada kepalsuan. Biarlah kita belajar menjadi pribadi yang terbuka, ketika orang lain bisa melihat terang Kristus dalam hidup kita. Hal ini bisa kita tunjukkan melalui perkataan dan perbuatan kita yang selaras dengan kebenaran Firman Tuhan. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)


Panduan Doa Syafaat Edisi 660




 

Rabu, 22 Juni 2022

Saat Teduh Pagi Hari Tanggalkan Kasutmu

 TANGGALKAN KASUTMU

Yosua 5:15 

Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian.

Yosua menerima perintah yang sama dengan yang pernah diterima oleh Musa. Perintah itu begitu sederhana sekali dan sepertinya tidak ada hubungan dengan keperluan yang dihadapi saat itu. Perintah tersebut yaitu tanggalkan kasutmu. Padahal Yosua membutuhkan strategi perang. Mengapa dia menerima instruksi seperti itu. Musa menerima perintah yang sama saat dia berada di Gunung Horeb. Dia melihat api yang membakar rumput tapi rumput itu tidak terbakar.

Kasut atau saat ini kita sebut dengan sepatu, menggambarkan kebanggaan seseorang pada masa itu. Kasut melambangkan harga diri seseorang dan kasut menunjukkan identitas seseorang. Tidak semua orang bisa memakai kasut, seorang budak hanya boleh berjalan dengan bertelanjang kaki.

Ada berapa banyak di antara kita yang berjalan mengikut Tuhan dengan konsep kita sendiri. Kita merasa bisa menghadapi banyak hal dalam hidup ini menurut cara kita sendiri. Kita merasa lebih mengerti dari Tuhan sehingga seakan pertolongan itu bisa kita rancang sendiri.

Ketika datang pada Tuhan jangan datang dengan konsep sendiri. Betapa sering kita seperti mengajari Tuhan. Keuangan keluarga saya akan tertolong kalau Tuhan membuat barang ini laku. Ekonomi keluarga saya akan aman kalau saya bekerja di tempat yang itu. Kebutuhan saya aman kalau dapat arisan atau tunjangan. Saya akan bahagia kalau punya anak, kedudukan yang bagus. dsb.

Saya pernah punya teman guru yang berpikir kalau tunjangan sertifikasi gurunya cair maka hidupnya akan aman. Kebutuhan akan terpenuhi dengan baik. Akibatnya tunjangan sertifikasi tidak segera cair dan ketika menjelang cair, ada saja hambatannya.

Mari kita tanggalkan kasut kita. Kasut ini bisa berupa kedagingan kita, karakter kita, kekuatan dan kemampuan kita. Kasut juga berarti ego yang kita miliki termasuk sandaran kita pada sesuatu di luar Tuhan. Ketika kita datang pada Tuhan, datang dengan kerendahan hati. Tidak lagi dengan konsep kita sendiri. 

Kita datang seperti seorang hamba atau budak yang tidak punya hak pribadi. Kita menyerahkan pergumulan kita untuk diselesaikan dengan cara Tuhan sendiri. Bukan berarti tidak boleh memiliki rencana atau keinginan. Tapi kita kembalikan pada kehendak Tuhan, tidak usah ngotot. Kalau memang Tuhan berkenan, ya bisa jadi sesuai dengan yang kita rencanakan. Kalau tidak, Dia punya ribuan cara yang lebih ajaib untuk menolong kita.

Sekali lagi, kita tanggalkan kasut kita. Kita tanggalkan segala konsep dan rencana kita. Balik pada kehendak Tuhan, kembali ikuti yang Tuhan mau. Kalau punya rencana, hadapkan dulu pada Tuhan apakah Dia berkenan dengan rencana kita. Jangan semua sudah direncanakan dengan matang, baru datang pada Tuhan. Sehingga Tuhan dipaksa ikuti kemauan kita dan Dia hanya seperti jadi "tukang stempel" yang harus mengijinkan rencana kita.

Yosua ketika menanggalkan kasut, dia menerima perintah yang tidak biasa. Dia harus mengelilingi tembok Yerikho tanpa mengandalkan senjata. Hanya bawa sangkakala dan disertai pujian sorak sorai pada Tuhan. Padahal Yosua sudah pengalaman berkali-kali menghadapi peperangan.

Mari kita tanggalkan kasut kita pada hari ini. Lalu kita ikuti apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk menyelesaikan masalah keuangan, kesehatan, keluarga atau pergumulan hidup kita yang lain. Saya yakin Dia mampu menolong kita dengan caraNya sendiri. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Dalam kasihNya, Okky Rahardjo)


Panduan Doa Syafaat Edisi 659




 

Selasa, 21 Juni 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Tidak Apa-Apa

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul   : Tidak Apa-Apa

Bacaan    : Roma 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sahabat Kristus, beberapa hari ini di Kota Surabaya sedang dihebohkan dengan berita seputar pernikahan. Pengadilan Negeri Surabaya membuat keputusan mengijinkan pernikahan beda agama. Hal ini terjadi setelah pasangan suami istri ini gagal mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor Catatan Sipil. Sebelumnya mereka telah melakukan pernikahan dengan prosedur agama yang berbeda.

Setelah dilakukan pernikahan secara bani Kedar sesuai iman laki-laki, mereka pun melakukan pemberkatan nikah secara Kristen. Sesuai iman mempelai perempuan. Oleh karena ditolak pihak Catatan Sipil, mereka pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Negerri. Pihak PN Surabaya pada akhirnya memutuskan pernikahan mereka sah. Tidak masalah beda agama, daripada melakukan praktek kumpul kebo. Selama keduanya saling mencintai, tidak masalah. Demikian alasan dari pihak Pengadilan Negeri.

Sahabat Kristus, sadarkah bahwa hari-hari ini iman kekristenan mulai digembosi secara perlahan. Betapa banyak kita mulai kompromi dengan dunia ini dan menganggap tidak apa-apa mengikuti gaya hidup dunia. Padahal Firman Tuhan sudah mengajarkan janganlah menjadi serupa dengan dunia ini. Namun berubahlah oleh pembaharuan budimu. Hal ini berbicara mengenai ketaatan kita pada kebenaran Firman Tuhan.

Adakah kita mulai menawar dan kompromi dengan dunia ini. Kita mulai berkata “pasangan tidak seiman tidak apa-apa, daripada berbuat dosa. Tidak sempat memiliki jam doa, tidak apa-apa toh Tuhan juga ngerti. Mungkin kamu capek dan ngantuk. Besok-besok saja kalau ga capek, baru berdoa lagi. Ga bisa perpuluhan tidak apa-apa, toh Tuhan tahu kamu banyak kebutuhan. Ga sempat baca Firman Tuhan, ga apa-apa kan kamu banyak kesibukan”. Ketika hidup kita dipenuhi dengan kata ‘ga apa-apa’, maka kita mulai kompromi dengan dunia ini.

Kita koreksi, betapa banyak kita memberi kelonggaran pada diri sendiri. Tidak lagi disiplin secara rohani. Akhirnya rontoklah kekuatan iman kita. Paksa diri kita untuk mau tertib baca Firman Tuhan, membangun jam doa dan melakukan berbagai tindakan iman lainnya.

Hari ini mari periksa hidup kita. Apakah sudah mulai berkurang kedisiplinan rohani kita. Apakah kita mulai kompromi dengan dunia. Apakah kita mulai punya sikap ‘tidak apa-apa’ ketika akan menunda untuk melakukan sesuatu yang rohani. Jadilah pengikut Kristus yang tegas pada diri sendiri, taat pada Firman Tuhan, disiplin melakukan tindakan iman dan berkata tidak pada daya tarik dunia. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Pokok Doa Syafaat Edisi 20-25 Juni 2022 (Word)

 

                    Mizpa Ministry

                           WA : 0895623356501; IG : mizpaministryofficial

 

Pokok Doa Syafaat Edisi 20-25 Juni 2022

 

Hari/Tanggal

Pokok Doa Syafaat

Senin, 20 Juni 2022

 

Selasa, 21 Juni 2022

Kita berdoa untuk Bpk. Presiden Joko Widodo hari ini berulang tahun. Kita berdoa untuk kesehatan, kekuatan dalam memimpin bangsa ini dan diberikan hikmat dalam menjalankan pemerintahan sampai akhir masa jabatan.

Rabu, 22 Juni 2022

Kita mendukung doa untuk pelayanan radio di berbagai daerah. Kiranya pelayanan ini boleh Tuhan pakai untuk menjangkau jiwa yang terhilang yang tidak terjangkau oleh gereja. Tuhan Yesus memberkati penyiar, kru dan pengelola radio dengan hikmat dan pemeliharaan yang sempurna.

Kamis, 23 Juni 2022

Kita berdoa untuk harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, kiranya pemerintah diberikan hikmat untuk mengendalikan harga sehingga masyarakat mampu membelinya.

Jumat, 24 Juni 2022

Kita berdoa supaya paham khilafah tidak berkembang di negara ini. Para mahasiswa dan anak-anak  muda tidak terkontaminasi dengan paham yang membawa kerugian bagi masyarakat termasuk kaum muslim sendiri. Para tokoh-tokohnya segera tertangkap dan diproses secara hukum.

Sabtu, 25 Juni 2022

Kita berdoa mendukung ibadah Minggu di semua gereja. Kiranya Hadirat Tuhan dinyatakan, urapan Tuhan terjadi pada setiap anak-anak Tuhan yang melayani dan jemaat Tuhan boleh mengalami pemulihan hidup dan pembaharuan hati.

      Disusun oleh : Tim Mizpa Ministry, 21062022

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...