Sebuah pelayanan sederhana yang akan mendukung anda untuk hari demi hari mengasihi Tuhan Yesus dengan maksimal
Sabtu, 05 Juni 2021
Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 342
Jumat, 04 Juni 2021
Panduan Mmbangun Iman Bersama Keluarga Edisi 341
Jumpa Dengan Tuhan : Prajurit Yang Baik
Jumpa
Dengan Tuhan
Judul : Prajurit Yang Baik
Baca : 2 Timotius 2:3-4
2:3
Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan
soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada
komandannya.
Kehidupan kekristenan digambarkan seperti seorang
prajurit. Kita ini prajurit atau pasukan. Komandannya yaitu Yesus Kristus. Seorang
prajurit tidak punya pilihan lain selain berkata ‘siap laksanakan’ pada setiap
perintah dari komandannya. Dia tidak punya pilihan jawaban ‘pikir-pikir’ atau ‘saya
menolak perintah’.
Prajurit
pun latihannya tidak mudah. Saat masih bekerja, saya sering berangkat melewai
pangkalan TNI AD yaitu Kodam V/Brawijaya. Saya melihat prajurit-prajurit itu
berbaris, berjalan di tengah padatnya lalu lintas Kota Surabaya. Belum lagi
kalau siang jam 2 atau jam3, sambil membawa senjata mereka berlari di tengah
panasnya matahari.
Sungguhpun
demikian, tidak ada dari antara mereka yang berkata “istirahat dulu, capek atau
kita pulang saja”. Yang mereka tahu bahwa mereka harus berlatih mengikuti
perintah komandannya. Tidak ada pilihan untuk menolak perintah. Pilihan menolak
perintah hanya terjadi kalau mereka mau berhenti sebagai prajurit dan itu
disebut dengan istilah desersi. Desersi yaitu meninggalkan tugas tanpa ijin dan
tidak kembali lagi. Hukumannya tentu saja dipecat.
Sekali
lagi, kehidupan kekristenan digambarkan seperti seorang prajurit. Sayang sekali
perintah yang kita terima itu tdak menyenangkan. Perintah yang kita terima itu
seringkali bertentangan dengan keinginan hati kita. Perintah itu berkata “kalau
ditampar pipi kiri berikan pipi kananmu. Kalau ada yang minta bajumu, berikan
juga jubahmu. Kalau ada yang memaksamu berjalan satu mil, berjalanlah dengan
dia dua mil. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”.
Kepada
seorang suami, ada perintah hormatilah istrimu supaya doamu jangan terhalang. Kepada
istri ada perintah tunduklah pada suamimu. Pada seorang yang bekerja,
perintahnya yaitu lakukan tugas seperti melakukan untuk Tuhan bukan untuk
manusia dan ada banyak komando atau perintah lain. Perintah-perintah dalam
Firman Tuhan tidak pernah menyenangkan bagi daging kita. Masih lebih enak kalau
perintah Tuhan itu bunyinya “kalau ada masalah datang kepadaKu, semua masalahmu
pasti beres. Kalau ada keperluan, datang saja ke Aku, maka masalahmu
terselesaikan. Hutangmu akan lunas, minta rumah tersedia, minta jodoh dapat dan
minta sembuh beres atau minta apapun pasti tersedia. Tapi ternyata perintah
Tuhan tidak seperti itu.
Perintah
Tuhan menuntut ketaatan kita untuk melakukan Firman Tuhan. Dalam ketaatan kita,
maka berkat Tuhan akan disediakan bagi kita. Dalam kepatuhan kita pada kehendak
Tuhan, maka pemeliharaan Tuhan akan terjamin bagi kita. Ketaatan kita pada
perintah Tuhan itu sama seperti kita sedang melatih iman kita. Makin hari makin
kuat dan siap menghadapi kondisi apapun juga. Kita menjadi pribadi yang mudah
mengasihi, mudah mengampuni, setia dan tidak goyah iman oleh apapun juga.
Hari
ini mari evaluasi hidup kita. Adakah kita selama ini taat pada komando yaitu perintah
Firman Tuhan atau kita berjalan semau kita sendiri. Setiap kita sebagai prajurit
Kristus pilihannya hanya satu yaitu taat pada perintah komandan. Taat pada
komando dari Tuhan Yesus. Ketaatan kita pada Firman Tuhan itulah yang akan
membawa berkat Tuhan terjadi nyata atas hidup kita. Tetap setia sampai garis
akhir. Tuhan Yesus memberkati (Mizpa Ministry. 0895623356501)
Kamis, 03 Juni 2021
Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 340
Rabu, 02 Juni 2021
Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 339
Jumpa Dengan Tuhan : Diusir Oleh Tuhan
Jumpa
Dengan Tuhan
Judul : Diusir Oleh Tuhan
Baca : Markus 5:38-42
5:38 Mereka tiba di rumah kepala
rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap
dengan suara nyaring.
5:39 Sesudah Ia masuk Ia berkata
kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak
mati, tetapi tidur!"
5:40 Tetapi mereka menertawakan
Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan
mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
5:41 Lalu dipegang-Nya tangan anak
itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku
berkata kepadamu, bangunlah!"
5:42 Seketika itu juga anak itu
bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang
yang hadir sangat takjub.
Satu kali Yesus dibawa ke rumah seorang kepala rumah
ibadat yang bernama Yairus. Anak Yairus ini sudah mati. Saat Yesus datang ke
rumahnya, ada banyak orang yang datang melayat sambil menangis dan meratap. Tapi
Yesus dalam perkataan profetikNya berkata “Anak ini tidak mati, tetapi tidur”.
Perkataan Yesus itu ditertaakan oleh banyak orang. Lalu
Yesus mengusir semua orang yang datang melayat di rumah itu. Mengapa Yesus
harus mengusir mereka lebih dahulu. Mungkin kita beranggapan Yesus kan penuh
kasih, mungkin sebaiknya ditulis Yesus menyuruh mereka pergi dengan baik-baik
atau Yesus memohon supaya mereka pergi dengan kerelaan hati lalu Yesus
mengucapkan terima kasih atas kesediaan mereka meninggalkan tempat itu.
Tapi
ternyata tidak demikian, Alkitab menuliskan ‘maka diusirNya semua orang itu’. Yesus
harus mengusir orang-orang di sekitar yang menertawakan, yang tidak percaya dan
bahkan yang menghalangi datangnya mujizat. Yesus mengusir artinya tidak mau ada
kompromi atau pihak-pihak yang berusaha menggagalkan terjadinya mujizat Tuhan
atas keluarga Yairus.
Adakah
dalam diri hal-hal tertentu yang saat ini sedang berusaha membuat mujizat Tuhan
tidak bisa hadir secara leluasa. Bisa jadi hal itu berupa situasi yang kita
anggap tidak mungkin, adanya keragu-raguan, munculnya perasaan yang berkata ‘mujizat
itu tidak ada saat ini’ atau ada dosa dan berbagai tindakan yang menghambat
rohani kita bertumbuh secara maksimal.
Saat
kita datang pada Tuhan dan Dia singkapkan segala ssuatunya, ijinkan Tuhan untuk
‘mengusir’ hal-hal tertentu dari hidup kita. Kata mengusir artinya kita
mengeluarkan dengan paksa, tegas dan tanpa kompromi. Tanpa perlu ada perasaan
sayang atau merasa takut untuk meninggalkan. Bisa jadi hal itu adalah zona
nyaman kita selama ini, nama baik dan popularitas atau sesuatu yang kita
banggakan.
Yang
namanya diusir tentu tidak menyenangkan. Tidak enak dan tidak pernah nyaman. Satu
kali Tuhan bawa saya keluar secara paksa dari tempat saya bekerja selama
belasan tahun. Selama itu saya nyaman menerima gaji bulanan, menerima tunjangan
dan dihormati oleh banyak orang. Namun Tuhan bawa saya keluar dengan cara yang
tidak menyenangkan seperti orang yang diusir, untuk masuk dalam kondisi
melayani Tuhan sepenuhnya dengan kondisi keuangan yang serba tidak menentu. Tapi
ketika saya ikuti kemauan Tuhan, saya melihat satu per satu mujizat Tuhan
dinyatakan sempurna atas hidup saya. Apa yang sebelumnya tidak pernah saya
bayangkan, boleh saya lihat dan alami dengan sempurna.
Tidak
selalu anda mengalami situasi yang sama seperti saya. Namun satu hal, ijinkan
Tuhan untuk mengusir segala sesuatu yang menghambat iman anda untuk bertumbuh
dengan pesat. Apakah itu kebiasaan yang salah, hobby yang menyita banyak waktu
atau hal-hal lain yang menguras kedagingan anda tapi menghalangi kemajuan
pertumbuhan iman anda.
Ketika
segala sesuatunya sudah kita ijinkan pergi, maka mujizat Tuhan akan dinyatakan
sempurna bagi kita. Apa yang selama ini mati, akan Tuhan hidupkan. Harapan yang
mati, ekonomi yang mati, kesehatan yang tidak begitu baik, hubungan dalam
keluarga yang seolah mati serta berbagai hal baik dalam kehidupan yang
seakan-akan sudah mati. Serahkan hidup kita pada Tuhan sepenuhnya, maka Dia
akan bertindak bagi kita. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus
memberkati (Mizpa Ministry. 0895623356501).
Selasa, 01 Juni 2021
Panduan Membangun Iman Bersama Keluarga Edisi 338
KESAKSIAN PELAYANAN
Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"
JUMPA DENGAN TUHAN Judul : Kuat Di Dalam Tuhan Baca : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...
-
S e l a m a t malam pak maaf menganggu waktunya, mau menanyakan hal warisan . K ami orang Jawa , rumah or ang tu a di solo mau di gusu...
-
Pembicara kedua dalam seminar bertajuk “Kolekte Turun, Potong Gaji Hamba Tuhan Atau Efisiensi ?” yaitu Pdt. Bambang Widjaja. Beliau ad...
















