Minggu, 03 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Ketukan Tuhan

 

SAAT TEDUH PAGI HARI

Judul      : Ketukan Tuhan

Bacaan    : Wahyu 3:20

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

 

Sahabat Kristus, mari perhatikan bagian Firman Tuhan ini. Firman Tuhan mengatakan “Aku berdiri di muka pintu dan mengetok”. Dituliskan dalam Alkitab mengetok, bukan mendobrak atau mendorong atau memaksa masuk. Tuhan Yesus begitu mengasihi dan menyayangi kita. Dia tidak pernah memaksa kita untuk ada dalam kehendakNya.

Bagian Firman Tuhan lain mengatakan bahwa Tuhan itu lemah lembut dan murah hati. Semua pilihan bergantung pada kita, mau ada dalam panggilan Tuhan atau ada dalam kekerasan hati kita sendiri.

Kata mengetuk juga berarti bahwa Tuhan itu mau menunggu. Dia mau menunggu kapan kita ini mau berbalik pada kehendak Tuhan. Dia mau menunggu kita kapan mau bertobat dan berbalik dari jalan kita yang salah. Dia menantikan kapan kita ini mau datang menyediakan diri pada Tuhan.

Hari ini bersyukur sekali kita diberikan kesempatan untuk ada di hari yang baru. Hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk mendengar panggilan Tuhan, yaitu panggilan pertobatan untuk berbalik pada Tuhan. Dia memang tidak memaksa, keputusan ada di tangan kita. Namun apakah kita mau membiarkan Dia menunggu kita terus menerus.

Sahabat Kristus, Jangan mengandalkan usiamu. Ada banyak orang yang akhirnya berhenti meninggalkan kisah hidupnya di usia muda. Sementara itu panggilan Tuhan dia abaikan dan lupakan. Betapa penyesalan itu tidak bisa terbayar oleh apapun. Jangan mengandalkan karirmu. Seberapa sih karir yang harus kita kejar, sampai harus meninggalkan Tuhan. Jangan pula mengandalkan keuanganmu, tidak akan pernah ada kata cukup bagi kita terhadap uang.

Saat ini bisa jadi usia kita masih muda, masih punya kekuatan, masih sehat dan masih punya karir yang bagus. Apapun dan bagaimana pun kondisi kita saat ini, ketika Tuhan memberikan kesempatan pada kita untuk mendengar ketukan Tuhan di hati kita, mari responi dengan bertobat dan berbalik mengikut Tuhan dengan sepenuh hati. Apakah anda bersedia. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)

Sabtu, 02 Juli 2022

Pokok Doa Edisi 04-09 Juli Versi Word

 

                    Mizpa Ministry

                           WA : 0895623356501; IG : mizpaministryofficial

 

Pokok Doa Syafaat Edisi 04-09 Juli 2022

 

Hari/Tanggal

Pokok Doa Syafaat

Senin, 04 Juli 2022

Kita berdoa untuk menopang kegiatan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin dalam seminggu ke depan. Kiranya Kesehatan, hikmat dan kuat kuasa Roh Kudus menopang beliau senantiasa.

Selasa, 05 Juli 2022

Hari ini diperingati sebagai Hari Bank Indonesia. Kita berdoa supaya Bank Indonesia mampu melayani masyarakat dengan baik dan menjaga kestabilan nilai rupiah denga naman.

Rabu, 06 Juli 2022

Kita mendukung doa untuk kestauan hati gereja Tuhan. Dijauhkan dari perpecahan dan merasa benar sendiri. Namun satu sama lainnya saling mendukung dan memperlengkapi.

Kamis, 07 Juli 2022

Kita berdoa untuk anak-anak muda supaya tidak mudah terkontaminasi paham teroris, tapi lebih kuat lagi imannya dan berwawasan kuat serta memiliki kehidupan ekonomi yang stabil.

Jumat, 08 Juli 2022

Kita berdoa untuk umat Muslim dalam mempersiapkan ibadah Idul Adha, semua terselenggara dengan baik, penuh toleransi dan bisa berbagi pada sesamanya.

Sabtu, 09 Juli 2022

Kita berdoa mendukung ibadah Minggu di semua gereja. Kiranya Hadirat Tuhan dinyatakan, urapan Tuhan terjadi pada setiap anak-anak Tuhan yang melayani dan jemaat Tuhan boleh mengalami pemulihan hidup dan pembaharuan hati.

                                                                         Disusun oleh : Tim Mizpa Ministry, 03072022

Pokok Doa Syafaat Edisi 04-09 Juli 2022


 

Panduan Doa Syafaat Edisi 668




 

Jumat, 01 Juli 2022

Saat Teduh Pagi Hari : Kita Ini Kerabat

SAAT TEDUH PAGI HARI

 Judul : Kita Ini Kerabat

Baca    :

Kejadian 13:8

Maka berkatalah Abram kepada Lot: "Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

 

Satu kali terjadi perselisihan antara gembala ternak Abraham dan Lot. Masing-masing memiliki harta yang begitu banyak dengan ternak yang tidak terhitung sehingga terlalu sempit bila tanah itu ditempati oleh kedua pihak ini. Tidak terduga terjadi pertengkaran di antara orang-orang yang bekerja pada mereka.

 

Menarik sekali ketika Abraham, yang waktu itu masih bernama Abram, berkata pada Lot janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, juga antara gembala masing-masing, sebab kita ini kerabat. Dalam bahasa Inggris dituliskan 'close relatives' atau saudara dekat. Kalau diteliti lebih lanjut, sebenarnya yang didapat oleh Lot pun bukankah itu berasal dari keikutsertaan dia pada Abraham. Karena dia menumpang pada Abraham, maka dia mendapatkan harta kekayaan yang tidak kalah besar.

 

Mari kita perhatikan hidup kita, adakah kita pernah memiliki suatu dendam atau kebencian pada saudara seiman kita. Oleh karena benci dan kecewa pada seseorang, kita tidak lagi menjalin hubungan baik dengan orang tersebut. Padahal sebelumnya hubungannya begitu dekat dan saling membangun juga saling mendukung. Tapi oleh satu dan dua hal kita meninggalkan hubungan baik tersebut. Ijinkan saya berkata bahwa bagaimana pun, perang dengan saudara seiman tidak akan pernah menimbulkan kemenangan. Perselisihan antara saudara seiman satu dengan lainnya hanya akan menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan.

 

Mengapa saya menyampaikan bahwa perang dengan saudara seiman tidak akan pernah menimbulkan kemenangan. Ketika kita ada konflik dengan saudara seiman lainnya, hanya akan menumbuhkan perasaan "saya benar, dia yang salah". Secara rohani akan timbul anggapan "saya lebih diurapi daripada dia". Mungkin juga kita bisa berkata "posisi saya lebih benar daripada dia, visi yang saya miliki lebih baik daripada dia". Demikian pula berbagai pendapat lainnya yang akan merasa bahwa kita lebih baik dari saudara kita yang satunya. Perselisihan antara saudara seiman tidak akan pernah menguntungkan Kerajaan Sorga, kita justru akan sibuk membangun benteng kebenaran diri sendiri. Di lain pihak kita akan lupa pada tugas sebenarnya untuk memenangkan jiwa.

 

 

Prihatin sekali, hari-hari ini sebagian gereja dibentuk bukan karena penginjilan terhadap jiwa baru. Sebagian gereja ada karena sakit hati. Yang seringkali terjadi, sebuah kelompok kecewa pada kepemimpinan gereja besar lalu memisahkan diri dan membentuk gereja tersendiri dengan menyatakan bahwa ini gereja yang paling sehat. Hal demikian sudah sering terjadi, khususnya di kota-kota besar. Masing-masing pihak merasa bahwa saya yang mendengar suara Tuhan lebih baik.

 

Kepahitan pada satu saudara seiman akan merugikan kita. Pelayanan kita tidak maksimal, hubungan jadi berantakan apalagi doa kita jadi terhalang. Oleh karena itu bila perselisihan ini sedang kita hadapi, tidak ada salahnya untuk diselesaikan. Bagaimana pun kita ini satu saudara, sama-sama warga Kerajaan Sorga. Hal ini berlaku juga untuk hubungan suami istri, atau orang tua dengan anak, tidak ada gunanya saling konflik. Bagaimana pun anda ini satu keluarga. Seringkali pergumulan yang dihadapi bisa diselesaikan ketika suami istri berdoa bersama dengan sepakat. Orang tua dengan anak berdoa dalam kesatuan hati. Coba bagaimana bila roh independen itu merasuki sebuah keluarga. Istri berdoa sendiri, suami mencari pertolongan Tuhan sendiri. Anak datang pada Tuhan sendiri. Apakah satu pergumulan akan terselesaikan, saya tidak yakin.

 

Hari ini kembali mari kita belajar untuk tidak hidup dalam konflik, khususnya dengan saudara seiman. Saya punya sahabat dekat yang begitu baik. Bukan berarti kami tidak pernah konflik, sering terjadi salah pengertian. Tapi ketika satu kali kami saling salah paham, kami tidak mau berlarut. Kami menyelesaikan dengan bertemu di warung soto, warung kopi atau tempat makan lainnya sekedar meluruskan kesalahpahaman.

 

Kita prihatin akhir-akhir ini pemimpin negeri ini saling berselisih satu dengan lainnya, meskipun di permukaan mengaku sebagai sahabat. Ada juga hamba Tuhan saling berseteru satu dengan lainnya padahal kalau kotbah sering menyampaikan tentang kesatuan gereja. Tapi saya berdoa anda dan saya, semua kita tidak lagi hidup dalam kepahitan, konflik atau perselisihan. Bagaimana pun, kita ini saudara sesama warga Kerajaan Sorga. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati. (Untuk dukungan doa. Mizpa Ministry. WA: 0895623356501)


Panduan Doa Syafaat Edisi 667




 

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...