Kamis, 08 Oktober 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Menerima Nasehat

 JUMPA DENGAN TUHAN

Kamis, 08 Oktober 2020

Tema  : Menerima Nasehat

Baca    : Filipi 4:2

 

Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.

 

Rasul Paulus memberikan nasehat pada beberapa orang yang dibina dan dilayaninya, tujuannya supaya sehati sepikir dalam Tuhan. Nasehat yaitu kata-kata penguatan yang mengarahkan kehidupan seseorang supaya tetap ada di jalan yang benar.

Nasehat tidak selalu harus berupa kata-kata manis dan menyenangkan telinga, nasehat seringkali diberikan dengan kata-kata yang membuat hati kita tidak nyaman. Kita bisa tersinggung, kecewa bahkan marah saat menerima nasehat. Mengapa demikian, karena nasehat selalu akan menyerang pola pikir kita yang salah da itu seringkali membuat kita tidak nyaman.

Sebagai contoh, seseorang mungkin terbiasa mengendarai motor dengan tidak menggunakan helm. Ketika diberi nasehat untuk memakai helm supaya perjalanannya aman, bisa jadi dia akan tersinggung. Bukankah jaraknya tidak terlalu jauh dan tidak ada polisi, demikian sering menjadi alasan. Ketika sesuatu nasehat tidak sesuai dengan pola pikirnya, orang bisa tersinggung dan marah. Nasehat itu baik bagi pertumbuhan rohani kita. Nasehat akan membentuk karakter dan menegakkan iman kita. Apakah nasehat itu disampaikan dengan lembut atau teguran keras, dia berguna baik bagi kita.

Dalam pengalaman pelayanan, saya juga sering memberikan masukan dan nasehat bagi orang-orang yang sharing untuk didoakan. Oleh karena beberapa orang yang sharing itu seringkali hanya minta pembenaran. Minta dukungan sekalipun tindakannya salah. Saya pun tidak hanya setuju untuk mendoakan, tapi memberikan nasehat. Saya sampaikan supaya tetap mengasihi suami dan mendoakan sekalipun berlaku kasar. Saya juga sampaikan pada beberapa orang supaya tidak putus asa menghadapi kondisi hidup yang menyakitkan. Namun biasanya nasehat saya sampaikan pada orang-orang yang memang mau terbuka untuk diarahkan.

Saya sendiri juga memiliki orang yang menasehati saya. Dia memberikan penguatan dan dukungan berupa nasehat yang membangun bagi saya. Oleh karena itu ketika saya sudah mulai salah langkah, ada yang menasehati saya dengan teguran yang membangun. Namun demikian bagaimana pun nasehat itu diberikan semua bergantung pada respon kita. Apakah kita dengan rela hati menerima atau mengabaikan dan berkeras hati lalu menjadi sombong. 

Satu kali saya berkata pada pembina rohani saya, saat ada kesempatan sharing berdua. Saya berkata kalau ada sesuatu yang berupa teguran silakan disampaikan pada saya. Beliau berkata pada saya dua hal “Jangan minder dan jangan mudah sakit hati”. Sampai hari ini nasehat itu saya ingat, meskipun beliau sudah tidak ada. Namun kedua hal nasehat itu bermanfaat membentuk manusia rohani saya, meskipun tidak mudah untuk dijalani.

Jangan pernah menolak nasehat. Jangan pernah meremehkan nasehat. Meskipun yang menyampaikan nasehat itu lebih muda usianya, lebih rendah kedudukannya dan pengalaman pelayanannya masih jauh di bawah kita. Sebab orang yang mengabaikan nasehat akan mencelakan hidupnya, tapi yang menghargai nasehat akan menyelamatkan dirinya dari celaka. Tetap setia sampai garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...