Jumat, 09 Oktober 2020

Jumpa Dengan Tuhan : Menahan Perkataan

 JUMPA DENGAN TUHAN

Sabtu, 10 Oktober 2020

Tema  : Menahan Perkataan

Baca    : Amsal 17:27

“Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin”

 

Hari-hari ini bangsa kita harus diakui berada dalam kondisi yang kritis dan gawat. Bukan karena banyak bangunan yang rusak, halte yang dibakar, pospolisi yang dihancurkan atau taman-taman kota yang dibuat berantakan sebagaimana saat terjadi unjuk rasa beberapa hari ini. Semua hal yang terjadi yang disebutkan di atas hanya akibatnya saja.

Bangsa ini sedang krisis dalam perkataan, begitu mudah orang mengata-ngatai sesuatu disebabkan tidak mudah mengendalikan diri dan tidak berkepala dingin. Kita lebih mudah menilai orang lain dengan cepat, tanpa mempertimbangkan segala sesuatunya, sehingga kita akan berada pada posisi “Saya yang paling benar dibandingkan mereka”.

Dua tiga hari ini terjadi demo buruh yang menentang omnibus law atau UU Cipta Kerja. Penolakan terjadi di mana-mana. Dalam hal ini saya melihat anak-anak Tuhan ada yang terbagi dalam dua posisi. Ada yang menyalahkan buruh yang sedang demo menyalurkan aspirasi. Ada juga yang sampai menghujat DPR dan Pemerintah. Kalau itu dilakukan oleh orang yang di luar Kristus, ya sudahlah biarkan saja. Tapi sayang sekali, ada anak-anak Tuhan yang memposting kata-kata makian di media sosial dengan berbagai ungkapan. Mulai menyebut dengan kata-kata “bodoh” hingga ada yang mengumpat dengan menggunakan kata dalam bahasa Inggris yang huruf depannya “F” itu. 

Bukankah keberadaan kita mestinya membawa shalom dari Kerajaan Sorga dengan menghadirkan damai sejahtera. Seberapa pun kesalah pahaman antara buruh dan pengusaha, seberapa pun kelirunya DPR dalam mengambil keputusan, mengapa kita tidak ambil bagian untuk mendoakan mereka. Kita bisa berdoa supaya tidak terjadi kesalah pahaman dalam menafsirkan Undang-Undang Cipta Kerja dan tidak terjadi kebuntuan komunikasi antara berbagai pihak. 

Demikian juga sepertinya masih terjadi ungkapan-ungkapan yang tidak membangun di antara kita. Apakah anda termasuk yang suka mengucapkan kata-kata berikut ini : cebong, kampret, kadrun atau gabener. Anda mungkin paham apa dan siapa yang saya maksud. Tapi toh orang yang kita anggap “gabener” itu malah jadi gubernur, kok malah dia yang menang. Sebenarnya Tuhan tempatkan dia ada pada posisi ini untuk kita bawa dalam doa, supaya langkahnya benar dan keputusannya tepat. Bukannya kita aniaya dengan perkataan kita yang menyesatkan.

Mari kita ubah situasi yang ada di sekitar kita dengan perkataan yang benar, berkepala dingin dan menahan diri dari mengucapkan kata-kata yang tidak ada manfaatnya. Perbaiki perkataan pada pasangan anda, pada anak-anak anda, pada kondisi keuangan, pada kondisi kesehatan dan berbagai situasi yang kita hadapi.

“Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin”, biarlah Tuhan menemukan kita sebagai orang yang berpengetahuan dan berpengertian dengan tidak mudah emosional menyikapi segala sesuatunya. Tetap setia sampau garis akhir. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESAKSIAN PELAYANAN

Jumpa Dengan Tuhan Edisi 09 November 2023 "Kuat Di Dalam Tuhan"

  JUMPA DENGAN TUHAN Judul     : Kuat Di Dalam Tuhan Baca     : Efesus 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kek...